Rasio Analisis Modal Kerja

Rasio Analisis Modal Kerja

Ada beberapa rasio yang slalu digunakan untuk menganalisis dan menginterprestasi modal kerja yang di jelaskan menurut Manullang Sinaga (2005:19) yaitu :

  1. Rasio Lancar (Current ratio) digunakan untuk mengukur kesanggupan suatu perusahaan dalam menyelesaikan atau melunasi utang jangka pendeknya dengan jumlah aktiva lancar sama dengan uatng lancar.
  2. Acid Test Ratio atau sering disebut Quick Ratio yanitu perbandingan antara jumlah aktiva lancar dikurangi persediaan dibagi utang lancar. Rasio ini merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban – kewajiban tanpa memperhitungkan persediaan. Hal ini dilakukan karena persediaan memerlukan waktu yang relative lama untuk ditunaikan menjadi uang cash.
  3. Turnover Of Receivables, piutang yang dimiliki suatu perusahaan mempunyai hubungan erat dengan volume penjualan kredit. Posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulan dapat dihitung dengan membagi total penjualan kredit (net) dengan piutang rata – rata.
  4. Inventory Turnover, atau persediaan barang merupakan elemen utama modal kerja dan diputar terus menerus. Dalam usaha dagang ratio turnover of inventory diperoleh dengan membagi cost of goods sold dengan ending inventory. Pada perusahaan industri terdapat 3 macam inventory yaitu raw material inventory, work in procces inventory, dan finished goods inventory.
  5. Turnover Of Net Working Capital adalah rasio yang dipakai untuk menguji efesiensi penilaian dari pemakaian net working capital. Rasio ini diperoleh dari net sales dibagi dengan net working capital atau net sales membagi hasil dari current assets dikurangi currents liabilities.

Omzet penjualan yang semakin besar dapat menunjukan bahwa perusahaan tersebuat aktif melaksanakan kegiatan oprasionalnya. Makin tinggi turnover dari rasio, makin sedikit atau rendah modal kerja yang dibutuhkan dalam inventory dan receivables. Sebaliknya rasio ini juga menunjakn keanehan net working capital dalam perputaran inventory dan receivables yang rendah akibat kelebihan hutang lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *