Peranan Sonic Bloom Terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman

Peranan Sonic Bloom Terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman

Sonic Bloom merupakan teknologi yang memanfaatkan efek gelombang suara untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman yang diciptakan oleh Dan Carlson dari Amerika Serikat dan mulai disebarkan secara komersial pada tahun 1980. Teknik ini dapat menyuburkan pertumbuhan tanaman dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (3500 – 5000 Hertz) yang digabungkan dengan pemberian nutrisi melalui daun. Gelombang suara alami dengan frekuensi tinggi dapat menghasilkan energi yang mampu memberi tegangan negatif terhadap stomata sehingga merangsang mulut daun (stomata) tetap terbuka sehingga dapat meningkatkan laju dan efisiensi penyerapan pupuk daun. Penggunaan teknologi Sonic Bloom dapat menyuburkan pertumbuhan semai dan mempercepat pertumbuhan pada tanaman (Yulianto, 2008).

Setiap permukaan daun memiliki celah kecil yang bernama stomata. Celah stomata ini mampu memungkinkan terjadinya penguapan air dan keluarnya oksigen serta gas-gas lain. Stomata pula yang bertugas menjaga kelembaban daun sehingga tidak layu. Adanya celah stomata membangkitkan rasa ingin tahu Dan Carlson yakni mengembangkan semprotan organik khusus untuk daun bersama dengan pemberian suara yang menginduksi stomata untuk terbuka. Carlson melakukan penelitian ini selama 15 tahun dan dilakukan di laboratorium seluruh negeri di Amerika. Dalam penelitiannya, Calrson meneliti unsur apa saja yang membuat tanaman tumbuh subur dan mencari tahu keseimbangan yang tepat dari unsur tersebut agar tidak berlebihan (overdosis). Ia melakukan pengujian dengan isotop radioaktif untuk menemukan keseimbangan unsur tersebut dan dengan Geiger counter untuk mengetahui translokais unsur-unsur dari daun hingga ke puncak dan keakar. Ia menambahkan stimulan pertumbuhan serta mengubah tegangan permukaan dasar air agar lebih mudah terserap sehingga menghasilkan Sonic Bloom (Oliver, 2002).

Dengan melihat hasil penelitiannya, Carlson berhadap penemuannya ini mampu memecahkan masalah kelaparan yang terjadi di dunia. Sistem sonic bloom mampu menghasilkan hail panen lebih besar dengan tingkat gizi yang lebih tinggi, siklus pertumbuhan lebih pendek dari normal serta umur simpan yang lebih besar. Carlson telah membuktikan sistem ini selama 6 tahun di Indonesia, yakni dengan Senior Research Agronomist setiap institut terpisah Pemerintah, yakni Institut Beras, Institute of Cocoa, dan lain-lain. Selain di Indonesia, selama kekeringan di Sudan sistem ini digunakan dengan cekaman lingkungan berupa suhu 130 derajat dengan 2 inchi dari curah hujan. Sistem ini mampu menghasilkan panen yang lebih baik dibandingkan dengan daerah yang tidak menggunakan (Pramanto, 2014).

Sonic bloom dapat memberikan hasil panen yang lebih berlimpah, kandungan tanaman yang lebih bergizi dan dapat digunakan dalam kondisi paling buruk sekalipun dengan tujuan memperbaiki kehidupan masyarakat di negara berkembang. Sonic bloom telah diakui oleh banyak pihak diantaranya Northeast Pertanian Organic Association of New York, Lembaga Penelitian Pertanian Organik di Swiss, OMRI, Organic Material Review Institute, Ogba, Asosiasi Petani Organik dan Pembeli, dan Eco Cert (Latifah, 2004).

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan suara rekaman Garengpung sebagai sumber suara dengan frekuensi 1485 – 4594 Hz. Dengan kebisingan 80-95 dB. Sumber suara dengan frekuensi 3000-5.500 Hz mampu mengganggu turgiditas sel stomata sehingga celah stomata terbuka lebar.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!