Karakterisasi Famili Closteroviridae

Karakterisasi Famili Closteroviridae

Grapevine leafroll disease-associated viruses (GLRaVs) adalah kelompok virus yang secara individu atau kolektif menyebabkan penyakit daun menggulung pada tanaman anggur. Penyakit ini sangat penting secara ekonomi dan membatasi produksi anggur di seluruh dunia. Hingga saat ini dilaporkan 8-10 jenis virus GLRaV yang ditemukan. Berdasarkan dari morfologi virion, GLRaV dimasukkan ke dalam kelompok Closterovirus. Closterovirus merupakan kelompok virus yang sangat beragam dan memiliki banyak spesies virus tanaman berbentuk filamen, merupakan virus RNA rantai tunggal (ssRNA viruses). Umumnya virus-virus ini menyebar melalui bantuan vektor berupa serangga (Good dan Monish, 2000).

Virus tumbuhan famili Closteroviridae terdiri dari virion berbentuk batang yang fleksibel (flexuous rod-shape virions) dengan panjang 1.250-2.200 nm. Virus-virus ini memiliki genom positive sense single-stranded RNA ((+)ssRNA) dengan panjang basa 15.5-19.3 kb (Alkowni et al., 2004). Pada awalnya, ketika famili virus ini dikelompokkan pada tahun 1998, hanya terdiri dari dua genus yaitu Closterovirus dan Crinivirus. Perbedaan utama dari kedua genus ini adalah tipe genomnya, apakah monopartite dan bipartite. Semakin berkembangnya informasi molekuler dan biologi, revisi struktur taksonomi famili ini terus dilakukan (Martelli et al., 2002). Genus Closterovirus genom monopartite dengan tipe anggota Beet yellows virus (BYV) dan genus Crinivirus genom bipartite dengan tipe anggota Lettuce infectious yellows virus (Good dan Monish, 2000).

Akan tetapi menurut Karazev (2000), famili Closteroviride sebaiknya dikelompokkan berdasarkan tipe serangga vektornya dan bukan berdasarkan jumlah genom RNAnya, maka dibentuklah genus Vinivirus, yang kemudian diubah namanya oleh International Comitte on Taxonomy of Viruses (ICTV) menjadi Ampelovirus untuk menghindari kerancuan dengan genus Vitivirus. Oleh karena itu famili Closteroviridae terdiri dari tiga genus, yaitu Closterovirus, Crinivirus dan Ampelovirus, yang memiliki vektor yang berbeda. Closterovirus disebarkan oleh vektor Aphid, Crinivirus disebarkan oleh vektor whitefly dan Ampelovirus dengan vektor mealybug (Martelli et al., 2002).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.