Gejala Serangan Penyakit Antraknosa

Gejala Serangan Penyakit Antraknosa

Kehilangan hasil buah cabai merah yang disebabkan penyakit antraknosa ini bervariasi antara 21 % – 65 %. Terdapat dua jamur yang dapat menyebabkan penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah. Kedua patogen termasuk dalam ordo Melanconiales, yaitu : Colletotrchum gloeosporioides dan Colletotrichum capsici (Pranoto, 2005).

Penyakit antraknosa pada tanaman mudah kelihatan oleh ciri becak yaitu bulat panjang, berwarna merah kecoklatan, dengan meninggalkan sepanjang becak luka. Infeksi ini terjadi dalam lokasi potongan kecil tersebar kemana-mana dan menyerang daun (Dehne, et all, 1997).

Gejala penyakit ini berupa bercak kecil pada buah cabai. Selama musim hujan bercak ini berkembang cepat. Bahkan pada lingkungan kondusif penyakit ini dapat menghancurkan seluruh areal pertanaman cabai (Syukur, 2007).

Serangan terjadi pada buah muda maupun yang sudah masak. Gejala segera nampak berupa titik gelap, sedikit cekung dan bergaris tengah 1 mm. Bercak akan segera berkembang hingga mencapai seluruh permukaan buah. Patogen dapat masuk menginfeksi buah melalui luka maupun secara langsung. Sedangkan keadaan yang basah dan adanya air hujan sangat berperanan dalam penyebaran spora dari satu tanaman ke tanaman lain (Wiratma, dkk, 1983).

Penyakit antraknosa ini menyerang buah cabai yang masih muda melalui luka akibat lalat buah. Gejalanya ialah noda lekukan berwarna hitam kelam pada buahnya, dan dapat pula pada batang serta ranting-rantingnya. Penyakit ini dapat ditularkan melalui benih (biji) yang ditanam (Seed borne). Pada serangan hebat dapat merusakkan tanaman sehingga tidak dapat dipanen karena buahnya tidak dapat dijual. Biji cabai yang terserang penyakit ini biasanya berkerut dan berwarna kehitaman hitaman (Sunaryono, 1992).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.