Hama Tanaman Kentang

HAMA PENGGANGGU PADA TANAMAN KENTANG

Ulat tanah (Agrotis ipsilon)

Serangga dewasa berupa ngengat yang aktif terbang pada malam hari. Tubuh serangga dewasa keabu-abuan dengan sayap berwarna kelabu dengan tanda hitam coklat. Ulat berwarna hitam keabu-abuan, aktif merusak tanaman pada malam hari dan kadang-kadang bersifat kanibal.

Gejala serangannya ditandai dengan adanya tanaman muda yang patah atau tangkai daunnya terpotong. Tanaman inangnya antara lain ialah tanaman muda yang baru ditanam seperti cabai, kubis bunga, jagung, kacang panjang, kentang.

Uret (Holotrichia sp.)

Serangga dewasa berupa kumbang berwarna coklat dengan panjang tubuh ± 2,5 cm. Kepala larva berwarna putih kemerahan dan ciri khas larva uret perutnya dalam posisi membengkok.

Gejala serangan ditandai dengan adanya tanaman muda yang roboh karena dipotong pangkal batangnya. Pada ubi kentang terdapat lubang-lubang yang tidak beraturan. Tanaman inangnya antara lain ialah padi, jagung, kentang.

Orong-orong (Gryllotalpasp.)

Serangga berwarna coklat kehitaman menyerupai cengkerik dengan sepasang kaki depan yang kuat. Sifatnya sangat polifag, memakan akar, umbi, ubi dan tanaman muda.

Gejala serangan ditandai dengan tanaman atau tangkai daun rebah, karena pangkalnya dipotong. Pada ubi kentang terdapat lubang-lubang. Tanaman inangnya antara lain ialah tanaman muda yang baru ditanam seperti cabai, tomat, terung, bayam, kangkung, paria, kacang panjang, dan kentang.

Penggerek ubi kentang/penggulung daun kentang (Phthorimaea operculella) Serangga dewasa berupa ngengat kecil yang berukuran 1-1,5 cm berwarna coklat kelabu dan aktif pada malam hari. Larva berwarna putih kelabu.

Gejala serangan pada daun ditandai adanya daun menggulung dan berwarna coklat atau merah tua. Serangan pada ubi ditandai dengan adanya kotoran di sekitar mata tunas. Bila ubi yang terserang dibelah, maka akan terlihat lorong-lorong (liang korokan) larva. Tanaman inangnya antara lain ialah kentang, terung, tembakau, tomat, dll.

Lalat pengorok daun (Liriomyza sp.)

Serangga dewasa lalat pengorok daun berupa lalat kecil yang berukuran ±2 mm. Larva aktif mengorok dan membuat lubang pada jaringan daun.

Gejala serangan ditandai adanya bintik-bintik putih dan alur korokan yang berwarna putih pada permukaan daun. Tanaman inang antara lain ialah bawang merah, buncis, cabai, kacang panjang, kentang, labu, mentimun oyong, seledri, semangka, tomat, dan terung.

Oteng-oteng (Epilachna sparsa)

Serangga dewasa oteng-oteng berupa kumbang kecil yang panjangnya ± 1 cm, berwarna merah dengan bintik-bintik hitam.

Stadia larva pada punggungnya terdapat duri-duri seperti landak. Pada stadia larva ini yang paling merusak. Larva dan serangga dewasa memakan permukaan daun bagian atas dan bawah sedangkan lapisan epidermis dan tulang daun ditinggalkan. Tanaman inangnya antara lain ialah bayam, kacang panjang, kangkung, kentang, terung, mentimun, tomat, semangka, paria, dan oyong.

Ulat grayak (Spodoptera litura)

Serangga dewasa berupa ngengat berwarna coklat. Larva/ ulat mempunyai warna yang bervariasi, tetapi mempunyai ciri khas yaitu noktah hitam pada segmen abdomen keempat dan kesepuluh yang menyerupai kalung. Hama ini bersifat polifag.

Gejala serangan oleh larva instar muda ditandai daun-daun berlubang dan epidermis bagian atas ditinggalkan, sedangkan ulat yang sudah dewasa memakan seluruh bagian daun termasuk tulang daun dan buah dimakan. Hampir semua tanaman diserang oleh hama ini.

Wereng kapas (Empoasca sp.)

Wereng kapas berukuran sangat kecil, gerakannya sangat gesit terutama jika terganggu. Hama ini mengisap cairan tanaman yang menyebabkan tanaman menjadi lemah.

Gejala serangannya berupa bintik-bintik pada daun terutama pada permukaan daun bagian atas. Kisaran inangnya sangat luas, terutama mentimun, terung, tomat, kentang, dll.

Kutukebul (Bemisia tabaci)

Serangga dewasa kutukebul berwarna putih dengan sayap jernih, dengan ukuran tubuh berkisar antara 1- 1,5 mm. Serangga dewasa biasanya berkelompok dalam jumlah banyak di bawah permukaan daun. Bila tanaman tersentuh serangga akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih. Ada dua spesies kutukebul yang umum menyerang tanaman sayuran, yaitu Bemisia tabaci yang berukuran tubuh lebih kecil dan Trialeurodes vaporariorum yang ukuran tubuhnya lebih besar.

Kutukebul mengisap cairan daun dan eksresinya menghasilkan embun madu yang menjadi media tumbuhnya penyakit embun jelaga. Kutukebul merupakan vektor penyakit virus kuning (virus gemini) yang menyerang tanaman cabai dan kacang-kasangan. Tanaman inangnya antara lain ialah cabai, kacang panjang, kentang, labu, mentimun, semangka, paria, dan tomat.

Kutudaun persik (Myzus persicae) dan kutudaun kapas (Aphis gossypii)

Ada dua spesies kutudaun yang umum menyerang tanaman kentang, yaitu : (a) kutudaun persik (Myzus persicae) dan (b) kutudaun kapas (Aphis gossypii).

Secara langsung gejala serangan kutudaun menyebabkan daun yang terserang berkeriput, kekuningan, terpuntir, pertumbuhan tanaman terhambat, layu lalu mati. Secara tidak langsung kutudaun adalah sebagai vektor beberapa jenis penyakit virus.

Trips (Thrips palmi)

Spesies trips yang umum menyerang tanaman cabai dan mentimun ialah Thrips palmi. Panjang tubuh serangga dewasa ± 8-9 mm. Nimfa trips tidak bersayap, sedangkan serangga dewasanya bersayap seperti jumbai (sisir bersisi dua).

Gejala serangan ditandai dengan adanya warna keperak-perakan pada bagian bawah daun, daun mengeriting atau keriput. Tanaman inangnya antara lain ialah bawang merah, buncis, cabai, kacang panjang, kentang, labu, mentimun, oyong, paria, semangka, tomat, terung, dll.

Tungau (Polyphagotarsonemus latus dan Tetranychus sp.)

Ada dua jenis tungau yang umum menyerang tanaman kentang, yaitu tungau teh kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan tungau merah (Tetranychus sp).

Tungau merah berwarna kemerah-merahan, sedangkan tungau teh kuning berwarna kuning transparan, dengan ukuran tubuh ± 0,25 mm.

Gejala serangan ditandai dengan adanya warna tembaga di bawah permukaan bawah daun, tepi daun mengeriting, daun melengkung ke bawah seperti sendok terbalik, tunas daun dan bunga gugur. Tanaman inang dari hama tungau lebih dari 57 jenis tanaman dan beberapa di antaranya ialah buncis, cabai, kacang panjang, kentang, labu, mentimun, oyong, paria, semangka, dan terung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *