Peranan Serangga dalam Ekosistem

Peranan Serangga dalam Ekosistem

Pada dasarnya keseimbangan ekosistem teriadi karena adanya komponen-komponen yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Masing-masing komponen mempunyai relung (cara hidup) dan fungsi yang berbeda dan berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Selama komponen-komponen itu melakukan fungsinya dan bekerjasama dengan baik maka keteraturan ekosistem akan tetap terjaga (Soemarwoto, 1997:23).

Setiap makhluk hidup membutuhkan sebuah lingkungan untuk tempat hidupnya. Tempat hidup inilah yang dalam ekologi di kenal sebagai habitat yang didalamnya terdapat komponen biotik dan abiotik. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya makhluk hidup akan selalu berhubungan dengan komponen lainnya, baik komponen yang hidup (biotik) maupun komponen tak hidup (abiotik). Dengan demikian kelangsungan hidup suatu organisme ditentukan oleh kemampuan organisme itu sendiri dalam menjalin hubungan dengan komponen-komponen yang lain dan hubungan timbal balik yang terjadi.

Serangga merupakan salah satu komponen yang terdapat di dalam ekosistem yang mempunyai peran yang tidak dapat dianggap kecil. Sebab kehadirannya mempumyai arti banyak bagi komponen lainnya, terutama bagi tumbuhan dan organisme lainnya. Serangga dapat bertindak sebagai penyerbuk tumbuhan yang berkembangbiak dengan bunga. Selain itu, serangga dapat berperan sebagai pengendali bagi organisme lain yang kadang berperan sebagai penggangu (hama).

Diakui ataupun tidak ekosistem yang seimbang akan selalu menguntungkan manusia. Dalam ekologi telah dikenal adanya jaring jaring makanan atau rantai makanan yang merupakan sebuah sistem yang berlaku di alam. Serangga dalam sebuah lingkungan memiliki peran sendiri-sendiri. Ini disebabkan karena serangga memiliki ciri-ciri tersendiri. Ada serangga yang bersifat herbivora dan ada yang bersifat carnivora. Ada yang hanya dapat memangsa satu jenis makanan (monofag atau oligofag) dan ada yang dapat memakan berbagai jenis makanan (polifag) Peran-peran seperti inilah yang menempatkannya menjadi penyeimbang ekosistem.

Banyaknya pemangsaan dan parasitisme yang dilakukan serangga terhadap hama dalam lingkungannya cenderung untuk membatasi berlimpahnya spesies tertentu, sehingga mempersulit banyak spesies untuk menambah kerapatannya (Ewusie, 1990:21). Sebaliknya banyaknya pemangsaan serangga terhadap tanaman akan merugikan petani.

Menurut Untung (1993:171-176) diantara peran yang dimiliki serangga adalah:

  1. Parasit atau parasitoid yaitu binatang yang hidup di atas atau di dalam binatang lain yang lebih besar dan menjadi inangnya. Parasit yang hidup di luar tubuh inangnya di sebut dengan ektoparasitoid, sedangkan yang hidup di dalam tubuh inangnya di sebut dengan endoparasitoid.
  2. Predator yaitu organisme yang hidup bebas dengan memakan binatang lain. Biasanya predator memiliki sifat polifag, sehingga memiliki banyak pilihan makanan untuk melangsungkan hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.