Tanaman Mindi Sebagai Pestisida Nabati

Tanaman Mindi Sebagai Pestisida Nabati

Mindi (Melia Azedarch)

Di Asia Tenggara, Melia azedarach umumnya ditanam sebagai penghasil kayu bakar, pohon-pohon peneduh di areal pertanian Kopi dan Abaca (Musa textilis Née) serta pohon-pohon di pinggir jalan. Di Asia Selatan, jenis tumbuhan ini dikenal karena ada khasiat obat yang dikandung senyawanya, seperti anti malaria dan obat penyakit kulit (Wijayanti, 2006).

Bahan aktif yang terdapat dalam kandungan bagian tanaman Mindi sama dengan yang terdapat pada Mimba yaitu glikosida flovoroid, azedirachtin, senyawa alkaloid, dan aglikon queresetin yang bersifat racun perut (Nandini, 1989 dalam Sastrodiharjo, 1990).

Fungsi senyawa alkaloid, triterpenoid, azedirachtin dan Glikosida flovoroid dalam daun Mindi dapat menghambat daya makan larva (antifedant). Cara kerja senyawa-senyawa tersebut adalah dengan bertindak sebagai stomach poisoning atau racun perut. Karena itu, bila senyawa-senyawa ini masuk dalam tubuh larva, alat pencernaannya akan terganggu (Endah dan Heri, 2000).

Senyawa tersebut memiliki fungsi lain.Yaitu, mempengaruhi fungsi saraf dengan menghambat enzim kolinesterase, akan terjadi gangguan transmisi rangsang yang menyebabkan menurunnya koordinasi otot, konvuli, dan kematian bagi larva berkembang menjadi serangga dewasa (Endah dan Heri, 2000).

Daun dan biji Mindi telah dilaporkan dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Ekstrak daun Mindi dapat digunakan pula sebagai bahan untuk mengendalikan hama termasuk belalang. Cara pemanfaatan tanaman ini sebagai pestisida nabati dapat dilakukan dengan : a). Daun Mindi dikupas, ditumbuk lalu direndam dalam air dengan konsentrasi 25-50 g /l selama 24 jam, b). Larutan yang dihasilkan disaring agar didapatkan larutan yang siap diaplikasikan dan c). Aplikasi dilakukan dengan cara penyemprotan (Wijayanti, 2006).

Pembuatan insektisida dapat dilakukan dengan merendam 150 gram pucuk segar dalam 1 liter air selama 24 jam. Saringan air rendaman disemprotkan ke tempat pembibitan yang terserang hama. Bijinya yang dilarutkan dengan air ditambah sedikit deterjen juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang persemaian atau tanaman muda seperti sayur-sayuran terong, pare di lapangan (Litbangtan, 2007).

Kematian hama sebagai akibat dari penggunaan daun Mindi terjadi pada pergantian instar. Daun Mindi tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan dan daya reproduksi dan penurunan daya tetas telur. Selain itu, senyawa ini menghambat reptor perasa pada daerah mulut larva. Hal ini mengakibatkan larva gagal mendapatkan stimulus rasa sehingga tidak mampu mengenali makanannya. Akibatnya, larva mati kelaparan (Ahmed dkk, 2009).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.