Pengertian Modul Sebagai Bahan Ajar

Pengertian Modul Sebagai Bahan Ajar

Menurut E. Mulyasa (2007: 231) Modul merupakan paket belajar mandiri yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan dan dirancang secara sistematis untuk membantu peserta didik mencapai tujuan belajar.

Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik perhatian siswa yang mencakup materi, metode, perangkat latihan dan instrumen evaluasi yang dapat digunakan sebagai perangkat belajar secara mandiri.

Perangkat materi pelajaran ini disusun untuk siswa digunakan secara mandiri sehingga mereka dapat belajar sesuai dengan kapasitas dirinya. Modul memiliki ciri khas stand alone yaitu tidak tergantung pada media lain. Pengembangannya harus memenuhi kebutuhan belajar siswa, memudahkan pemakai untuk belajar.

Agar siswa tertarik untuk mempelajarinya maka materi modul harus up to date dan kontekstual, disajikan dalam unit-unit kecil, dilengkapi dengan contoh-contoh, ilustrasi yang jelas dan menarik. Untuk melengkapi kebutuhan belajar siswa maka modul sebaiknya dilengkapi dengan rangkuman materi, soal-soal latihan, tugas, dan instrumen evaluasi yang membangkitkan minat siswa belajar. Instrumen penilaian harus membuka kemungkinan siswa melakukan self mengukur kemampuan sendiri. Bahasa yang digunakan harus komunikatif dan mudah dipahami siswa. Modul harus dilengkapi juga dengan referensi yang mendukung materi sebagai sumber belajar siswa lebih lanjut.

Sebagai salah satu bahan ajar cetak, modul merupakan suatu paket belajar yang berkenaan dengan satu unit bahan pelajaran. Siswa dapat mencapai dan menyelesaikan bahan belajarnya dengan belajar secara individual melalui modul. Peserta belajar tidak dapat melanjutkan ke suatu unit pelajaran berikutnya sebelum menyelesaikan secara tuntas materi belajarnya. Siswa juga dapat mengontrol kemampuan dan intensitas belajarnya. Modul dapat dipelajari di mana saja. Lama penggunaan sebuah modul tidak tertentu, meskipun di dalam kemasan modul juga disebutkan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari materi tertentu. Akan tetapi keleluasaan siswa mengelola waktu tersebut sangat fleksibel, dapat beberapa menit dan dapat pula beberapa jam, dan dapat dilakukan secara tersendiri atau diberi variasi dengan metode lain.

St. Vembriarto dikutip dari (Sungkono, dkk, 2003: 8-9) menjelaskan bahwa modul sebagai media utama dalam pembelajaran jarak jauh memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Bersifat self-instructional.

Pengajaran modul menggunakan paket pelajaran yang memuat satu konsep atau unit dari bahan pelajaran. Sementara, pendekatan yang digunakan dalam pengajaran modul menggunakan pengalaman belajar siswa melalui berbagai macam penginderaan, melalui pengalaman mana siswa terlibat secara aktif belajar.

b. Pengakuan atas perbedaan-perbedaan individual

Pembelajaran melalui modul sangat sesuai untuk menanggapi perbedaan individual siswa, karena modul pada dasarnya disusun untuk diselesaikan oleh siswa secara perorangan. Oleh karena itu pembelajaran melalui modul, siswa diberi kesempatan belajar sesuai irama dan kecepatan masing- masing.

c. Memuat rumusan tujuan pembelajaran/kompetensi dasar secara eksplisit.

Tiap-tiap modul memuat rumusan tujuan pengajaran/kompetensi dasar secara spesifik dan eksplisit. Hal ini sangat berguna bagi berbagai pihak seperti bagi penyusun modul, guru, dan bagi siswa. Bagi penyusun modul, tujuan yang spesifik berguna untuk menentukan media dan kegiatan belajar yang harus direncanakan untuk mencapai tujuan tersebut. Bagi guru tujuan itu berguna untuk memahami isi pelajaran. Bagi siswa berguna untuk menyadarkan mereka tentang apa yang diharapkan.

d. Adanya asosiasi, struktur, dan urutan pengetahuan

Proses asosiasi terjadi karena dengan modul siswa dapat membaca teks dan melihat diagram-diagram dan buku modulnya. Sedangkan struktur dan urutan maksudnya materi pada buku modul itu dapat disusun mengikuti struktur pengetahuan secara hirarkis. Dengan demikian siswa dapat mengikuti urutan kegiatan belajar secara teratur.

e. Penggunaan berbagai macam media (multi media)

Pembelajaran dengan modul memungkinkan digunakannya berbagai macam media pembelajaran. Hal ini dikarenakan karakteristik siswa berbeda-beda terhadap kepekaannya terhadap media. Oleh karena itu dalam belajar menggunakan modul bisa saja divariasikan dengan media lain seperti radio atau televisi.

f. Partisipasi aktif dari siswa

Modul disusun sedemikian rupa sehingga bahan-bahan pembelajaran yang ada dalam modul tersebut bersifat self instructional, sehingga akan terjadi keaktifan belajar yang tinggi.

g. Adanya reinforcement langsung terhadap respon siswa

Respon yang diberikan siswa mendapat konfirmasi atas jawaban yang benar, dan mendapat koreksi langsung atas kesalahan jawaban yang dilakukan. Hal ini dilakukan dengan cara mencocokkan hasil pekerjaannya dengan kunci jawaban yang telah disediakan.

h. Adanya evaluasi terhadap penguasaan siswa atas hasil belajarnya

Dalam pembelajaran modul dilengkapi pula dengan adanya kegiatan evaluasi, sehingga dari hasil evaluasi ini dapat diketahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajarinya. Untuk mengetahui siswa berada pada tingkat penguasaan yang mana, dalam suatu modul juga dilengkapi tentang cara perhitungannya dan patokannya.

Unsur-unsur modul (St. Vembriarto, 1975: 49-53) adalah sebagai berikut:

  1. Rumusan tujuan pembelajaran khusus. Tujuan belajar tersebut dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
  2. Petunjuk belajar, memuat penjelasan tentang bagaimana pembelajaran itu dapat diselenggarakan secara efisien.
  3. LKS, memuat materi pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa.
  4. Lembar latihan dan tugas, memuat pertanyaan dan masalah- masalah yang harus dijawab oleh siswa.
  5. Kunci jawaban latihan dan tugas, tujuannya adalah agar siswa dapat mengevaluasi hasil pekerjaannya.
  6. Lembar tes formatif, merupakan alat evaluasi untuk mengukur keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan dalam modul
  7. Rangkuman, memuat ringkasan materi untuk memantapkan pemahaman materi pelajaran.
  8. Kunci lembar tes formatif, tujuannya agar siswa dapat mengevaluasi hasil pekerjaannya.

Karakteristik modul dapat diketahui dari formatnya yang disusun atas dasar:

  • Prinsip-prinsip desain pembelajaran yang berorientasi kepada tujuan (objective model)
  • Prinsip belajar mandiri
  • Prinsip belajar maju berkelanjutan (continuous progress)
  • Penataan materi secara modular yang utuh dan lengkap (self contained)
  • Prinsip rujuk silang (cross referencing) antar modul dalarn rnata pelajaran
  • Penilaian belajar mandiri terhadap kemajuan belajar (self- evaluation).

Menurut Sungkono, dkk (2003: 10-11), bahwa prinsip bahan ajar adalah disusun dengan menggunakan strategi pembelajaran yang sama seperti yang digunakan pembelajaran dalam kelas biasa. Mengembangkan bahan ajar berarti mengajarkan suatu mata pelajaran melalui tulisan. Prinsip-prinsip yang digunakan dalam mengembangkan bahan ajar sama dengan yang digunakan dalam pembelajaran biasa. Bedanya adalah, bahasa yang digunakan bukan bahasa buku teks yang bersifat sangat formal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.