Aphis craccivora Koch

Aphis craccivora Koch

A. craccivora Koch. termasuk dalam Filum: Arthropoda, Sub Filum: Mandibulata, kelas: Insecta, Ordo: Homoptera, Famili: Aphididae (Klingauf), genus: Aphis, spesies: craccivora (Kranz et al. 1978, dalam Sutikno, 2001), nama ilmiah: Aphis craccivora. Koch. Serangga ini bersifat kosmopolit dan polifag yang mempunyai banyak tanaman inang seperti jenis family legiminoceae, Malvaceae, Caricaceae, Solanaceae, Amaranthaceae, dan beberapa tanaman hias lainnya.

A. craccivora berbentuk seperti buah peer, panjang sekitar 4 mm dan lunak. Bagian mulutnya terdiri atas jarum yang tajam untuk menusuk tanaman dan mengisap cairan. Aphis hidup secara bergerombol pada daun dan tunas muda. Aphis dewasa Aphis dewasa dapat menghasilkan 2- 20 anak setiap hari dan bila keadaan baik daur hidup aphis mencapai 2 minggu, (Pracaya, 1998). A. craccivora yang baru lahir hialin kemudian secara berangsur-angsur berubah menjadi coklat dan akhirnya menjadi hitam. Nimfa yang baru lahir panjangnya lebih kurang 0,35 mm dengan lebar lebih kurang 0,18mm. setelah menjadi imago ukurannya menjadi 1,5-2 mm (Sutarjo, 1978 dalam Irwanto, 2006).

A. craccivora merupakan hama yang bersifat polifag, mempunyai tanaman inang secara taksonomik sangat beragam antara lain kapas, kacang-kacangan, tomat, ketimun, jeruk, apokat , labu air, labu siam, kubis, cabai, lobak, tembakau, kentang, bayam, lada, ubi jalar dan seledri (Subiyakto dan Kartono, 1998). Serangan A. craccivora mengakibatkan tanaman kerdil, daun gugur, dan pertumbuhan terhambat. Pada serangan berat tanaman layu kemudian mati.

Serangga ini, mempunyai empat instar nimfa dengan pergantian kulit empat kali dan bentuknya nyaris sama. Lama perkembangan masing-masing instar nimfa berkisar 1-3 hari. Total perkembangan seluruh nimfa berkisar 4-12 hari. Nimfa menyerupai imago, hanya saja tidak mempunyai sayap (Kessing dan Mau, 2004). Nimfa akan berubah menjadi serangga dewasa yang bersayap maupun tanpa sayap. A. craccivora dewasa berkembang biak kembali dalam waktu kurang lebih 2-3 hari kemudian. Dewasa tanpa sayap (apterae) berukuran panjang 1,6-2,6 mm, berwarna keabuan atau hijau muda dengan kepala berwarna hitam dan garis hitam di belakang abdomen. Tubuh diselimuti lilin seperti tepung putih keabu-abuan yang juga terdapat pada tanaman inangnya, sedangkan dewasa bersayap (alatae) berukuran panjang 1,6-2,8 mm, rongga dada dan kepala berwarna gelap dengan garis hitam pada abdomen. Sayap berwarna coklat. Semua yang mempunyai sayap adalah betina yang berfungsi untuk memencar dan menghasilkan keturunan (Dixon, 2000).

Pada tanaman kacang-kacangan A. craccivora menularkan virus Mosaik yang dapat mempengaruhi kualitas dan hasil tanaman, serta menyebabkan kerusakan yang berat, Serangan hama ini menyebabkan pertumbuhan tanaman kacang panjang terhambat karena terisapnya cairan sel tanaman. Gejala daun yang umum terlihat adalah menggulung dan mengering. Perkembangan populasi A. craccivora dipicu oleh suhu dan kelembaban yang tinggi. Pengendalian hama ini tergolong agak sulit, terutama yang sudah resisten terhadap pestisida (Setokuci, 1981).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *