Syarat Tumbuh Bawang Merah

Syarat Tumbuh Bawang Merah

Pada setiap jenis tanaman membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya, sehingga membuat tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan produksi yang baik. Menurut pendapat (Wibowo, 2009), ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk keberhasilan tanaman bawang merah yaitu :

a. Iklim

Bawang merah ditanam pada musim kemarau atau akhir musim hujan. Dengan demikian masa tumbuh bawang merah berlangsung selama musim kemarau. Bawang merah paling menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu agak panas dan cuaca cerah. Daerah yang cukup mendapat sinar matahari sangat diutamakan dan lebih baik jika lama penyinaran matahari 12 jam (Wibowo, 2009).

b. Suhu dan Ketinggian Tempat

Bawang merah dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 10 – 250 m dpl. Tetapi yang terbaik pada ketinggian 30 m dpl, yaitu daerah dataran rendah. Pada ketingian 800 – 900 m dpl dapat tumbuh namun pertumbuhan tanaman terhambat dan umbinya kurang bagus, karena suhunya rendah.

Bawang merah sebaiknya ditanam di daerah beriklim kering dengan suhu yang agak panas yaitu berkisar 25 – 32 derajat C. Pada suhu 22 derajat C masih mudah untuk membentuk umbi tetapi hasilnya kurang baik atau sulit untuk berumbi.

c. Tanah

Tanah merupakan tempat penopang perakaran yang menembus kedalam sehingga membuat tanaman dapat tumbuh tegak dan kokoh. Tanah yang cocok untuk bawang merah adalah tanah yang gembur, subur banyak mengandung bahan organik atau humus sangat baik untuk bawang merah. Selain itu tanah yang gembur dan subur akan mendorong perkembangan umbi sehingga hasilnya besar-besar. Jenis tanah yang paling baik adalah tanah lempung berpasir atau berdebu karena sifat tanah yang demikian ini mempunyai aerasi yang bagus.

Derajat pH yang paling baik untuk lahan bawang merah yaitu pH antara 6,0 – 6,8. Keasaman dengan pH antara 5,5 – 7,0. Jika tanah terlalu masam maka tanaman akan menjadi kerdil. Bila terlalu basa maka umbi menjadi kecil dan hasilnya rendah. Dengan tata air dan udara didalam tanah yang seimbang dalam memenuhi pori – pori tanah, sehingga akan berjalan dengan baik dan tidak adanya genangan (Wibowo, 2009).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.