Pengertian Tanaman Timun Suri

Pengertian Tanaman Timun Suri

Tanaman Timun Suri (Cucumis lativus)

Timun Suri yang nama ilmiahnya adalah Cucumis lativus saat ini sudah banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat, Meski demikian timun suri merupakan tanaman yang relatif baru di Indonesia. Timun Suri bisa ditanam kapan saja dan tidak mengenal musim. Biasanya timun suri ini dikonsumsi sebagai bahan minuman yang menyegarkan. Timun Suri meski tawar namun berasa segar dan kaya akan kandungan mineral yang bermanfaat untuk tubuh.

Jika dulu dikenal blewah sekarang ada lagi timun suri untuk bahan minuman atau es buah yang lezat. Timun Suri banyak manfaatnya dengan kandungan vitamin A yang tinggi, anti kanker, penyerap racun dan sumber energi. Buah timun suri mudah dikenal dengan warnanya kuning dengan bentuk mirip timun namun berukuran lebih besar dan agak membulat (Astawan, 2008).

Timun suri dikenal sebagai tanaman yang bandel karena meskipun hamanya seperti hama pada timun, tapi timun suri tetap bertahan dengan serangan hama-hama tersebut. Ketahanan timun suri pada hama salah satunya disebabkan oleh keserampakan dalam pertumbuhan cabang dan tunas batangnya yang cukup banyak dan kokoh. Budidaya timun suri biasanya berkisar sampai 130 HST (Samadi, 2002).

Buah timun suri bermanfaat dalam mencegah timbulnya kanker saluran pencernaan. Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi menjaga kesehatan mata dan sebagai antioksi dan alami pencegah rusaknya sel tubuh penyebab penuaan dini. Vitamin C di dalam timun suri juga tinggi, vitamin ini mampu mencegah timbulnya ganguan penyakit flu dan inveksi karena sifat vitamin C dapat berfungsi sebagai anti virus dan pencegah infeksi. Selain vitamin, mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi juga banyak terdapat di dalam timun suri (Aak. 1992).

Timun suri merupakan tanaman setahun yang tumbuh menjalar, dengan sistem perakaran dangkal. Batang tanaman mentimun memiliki panjang 1-3 m dengan sulur yang tidak bercabang. Daun bulat segitiga, agak berbentuk jantung, lebar 7-25 cm dan permukaan kasar karena adanya rambut-rambut di permukaan daun, panjang tangkai daun 5-15 cm. Bunga berwarna kuning berbentuk lonceng (Rubatzky dan Yamaguchi 1999).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.