Klasifikasi Dan Morfologi Tumbuhan Kana

Klasifikasi Dan Morfologi Tumbuhan Kana

Klasifikasi Tumbuhan Kana

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Bangsa : Zingiberales
Suku : Cannaceae
Marga : Canna
Jenis : Canna coccinea L

Morfologi Tumbuhan Kana

Tanaman kana (Canna coccinea Mill.) banyak dikenal dengan nama lili kana, kembang tasbih, panah india, ganyong hutan, ganyong wono, ganyong alas, dan ganyong leuweung. Organ utama tanaman kana terdiri dari rimpang, batang semu, daun, bunga, buah, dan biji. Batangnya mengandung air (herbaceous) dan terbentuk dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi satu sama lain sehingga disebut “batang palsu” (Sunaryanti, 2012).

Bentuk tanaman kana adalah berumpun dan merupakan tanaman herba, semua bagian vegetatif yaitu batang, daun serta kelopak bunganya sedikit berlilin. Tinggi tanaman ganyong antara 0,9 – 1,8 meter, bahkan di Queensland dapat mencapai 2,7 meter, sedang untuk daerah Jawa, tinggi tanaman ganyong umumnya 1,35 – 1,8 meter. Panjang batang dalam hal ini diukur mulai dari ujung tanaman sampai ujung rimpang atau yang sering disebut dengan umbi (Mishra dkk., 2013).

Daun tersusun dalam tangkai pendek dan tumbuh berselang-seling, berbentuk oval dengan ujung runcing. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau, tembaga gelap atau keungu-unguan. Daun tanaman ganyong lebar dengan bentuk lonjong memanjang dengan bagian pangkal dan ujungnya agak runcing. Panjang daun 15 – 60 cm, sedangkan lebarnya Warna bunga kana ini adalah merah oranye dan pangkalnya kuning dengan benang sari tidak sempurna. Bunga majemuk, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, serta memiliki buah yang tidak sempurna. Kuntum bunga berbentuk mirip corong, terdiri dari tiga sampai lima helai mahkota bunga yang berukuran kecil sampai besar tergantung jenisnya (Sunaryanti, 2012).

Tanaman kana memiliki rimpang dengan diameter antara 5 – 8,75 cm dan panjangnya 10 – 15 cm, bahkan bisa mencapai 60 cm, bagian tengahnya tebal dan dikelilingi berkas-berkas sisik yang berwarna ungu atau coklat dengan akar serabut tebal. Rimpang atau umbinya bila sudah dewasa dapat dimakan dengan mengolahnya terlebih dahulu (Sunaryanti, 2012). Umbi yang telah dewasa ditandai dengan menguningnya batang dan daun tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.