Peranan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA)

Peranan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA)

Cendawan mikoriza arbuskula sebagai mikrosimbion dapat berfungsi dalam meningkatkan serapan hara, menstimulasi pertumbuhan, meningkatkan kualitas buah, meningkatkan ketahanan terhadap kekurangan air, serta serangan patogen tanah (Muas, 2003). Pemanfaatan CMA telah terbukti sangat berperan bagi tanaman dalam meningkatkan kapasitas penyerapan unsur hara serta berfungsi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan patogen sehigga dapat meningkatkan produktivitas tanaman(Delvian, 2006).

Tanaman yang berasosiasi dengan CMA akan mengalami perubahan dalam morfologi dan fisiologi untuk menahan serangan patogen akar. Meningkatnya ketahanan tumbuhan terhadap infeksi patogen dan parasit akar disebabkan oleh kemampuan CMA memproduksi antibiotika guna menghadang patogen tanah.

Kontrol biologis terhadap penyakit tanaman mungkin sangat dipengaruhi oleh FMA melalui satu atau lebih mekanisme antara lain : (a) meningkatkan hara tanaman, (b) kompetisi pada fotosintat inang dan daerah infeksi, (c) perubahan morfologi pada akar dan jaringan akar, (d) perubahan pada unsur kimia dan jaringan tanaman, (e) pengurangan stress abaiotik, dan (f) perubahan mikroorganisme pada rizosfer (Dewi, 2007).

Penelitian mengenai pengaruh CMA terhadap pertumbuhan tanaman telah banyak dilakukan, baik tanaman pertanian maupun tanaman kehutanan dan perkebunan. Menurut hasil penelitian Maryadi (2002) melaporkan bahwa tanaman jati berasosiasi baik dengan CMA. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa genus di perakaran tanaman jati. Genus yang ditemukan adalah Glomus, Scelerocistys, dan Gigaspora.

Peranan agronomis yang paling utama mikoriza yang diterima hingga saat ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan serapan hara tanaman. Penyerapan N pada permukaan akar lebih cepat dari pergerakan nitrogen ke permukaan akar, sehingga zona terkurasnya nitrogen terjadi di sekitar akar. Hifa yang meluas dari permukaan akar membantu tanaman melintasi zona yang tidak dapat dicapai oleh akar yang tidak bermikoriza (Simanungkalit, 2001).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.