Pengertian Lahan Gambut

Pengertian Lahan Gambut

Perluasan pemanfaatan lahan gambut meningkat pesat di beberapa propinsi yang memiliki areal gambut luas, seperti Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Antara tahun 1982 sampai 2007 telah dikonversi seluas 1,83 juta ha atau 57% dari luas total hutan gambut seluas 3,2 juta ha di Provinsi Riau. Laju konversi lahan gambut cenderung meningkat dengan cepat, sedangkan untuk lahan non gambut peningkatannya relatif lebih lambat (Agus dan Subiksa, 2008).

Lahan gambut adalah lahan yang memiliki lapisan tanah kaya bahan organik (C-organik > 18%) dengan ketebalan 50 cm atau lebih. Pemanfaaatan lahan gambut untuk usaha pertanian harus dengan hati-hati sekali. Strategi yang tepat akan menyelamatkan gambut sebagai Sumber Daya Alam yang sangat dibutuhkan untuk masa mendatang (Radja gukguk, 1989). Menurut (Wibowo, 2010) tanah gambut juga bersifat sarang (porous) dan sangat ringan, sehingga mempunyai kemampuan menyangga sangat rendah dan banyak mengandung asam-asam organik yang menyebabkan pH gambut sangat rendah (pH antara 2,7 – 5,0). Begitu juga pendapat (Puspitasari et al., 2013) menyatakan bahwa kesuburan tanah gambut relatif rendah.

Secara alamiah lahan gambut memiliki tingkat kesuburan rendah karena kandungan unsur haranya rendah. Tanah gambut juga mengandung unsur mikro yang sangat rendah dan diikat cukup kuat (khelat) oleh bahan organik sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Selain itu adanya kondisi reduksi yang kuat menyebabkan unsur mikro direduksi kebentuk yang tidak dapat diserap tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.