Pengertian Zeolit

Pengertian Zeolit

Zeolit pertama kali ditemukan pada tahun 1756 oleh seorang ahli mineralogi Swedia bernama Cronsdet. Nama zeolit berasal dari dua kata Yunani, yaitu zein (mendidih) dan lithos (batuan), karena mineral ini memiliki sifat mendidih atau mengembang saat dipanaskan (diaktivasi).

Zeolit merupakan senyawa kristal aluminasi silikat dari unsur-unsur golongan IA dan IIA seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Zeolit dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu zeolit alam dan zeolit sintetis. Zeolit alam adalah zeolit yang diperoleh dari endapan di alam, sedangkan zeolit sintetis adalah zeolit yang direkayasa dari bahan berkemurnian tinggi, mempunyai jenis kation tunggal, mempunyai ukuran pori, saluran dan rongga tertentu. Zeolit secara umum memiliki ukuran pori yang bervariasi tergantung pada jenis zeolit tersebut. Zeolit sintetis (lebih dikenal dengan molecular sieve) memiliki pori yang seragam tergantung pada spesifikasi dari zeolit tersebut (Mortimer dan Taylor, 2002).

Zeolit telah digunakan secara luas dalam bidang industri maupun pertanian. Penggunaan zeolit dalam bidang pertanian diantaranya sebagai suplemen pakan ternak dan perbaikan tanah, sedangkan dalam bidang industri dan lingkungan digunakan sebagai agen penukar ion, adsorpsi katalis, penjernih air dalam kolam renang dan air tercemar lainnya (Mortimer dan Taylor, 2002).

Telah diketahui bahwa zeolit mempunyai manfaat bagi pertumbuhan tanaman dan tanah, disamping itu zeolit mempunyai beberapa fungsi bagi lahan pertanian, yaitu :

  1. Menjaga keseimbangan pH tanah.
  2. Meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air irigasi lahan persawahan.
  3. Mampu mengikat logam berat yang bersifat meracun tanama
  4. Mengikat kation dan unsur dalam pupuk misalnya NH4+ dan urea K+, KCl dan ion Posphat, sehingga penyerapan pupuk menjadi efisien.
  5. Ramah Iingkungan karena menetralkan unsur yang mencemari Iingkungan.
  6. Memperbaiki struktur tanah (sifat fisik) karena kandungan Ca dan Na.
  7. Meningkatkan KTK tanah (sifat kimia)
  8. Meningkatkan hasil tanaman (Septiapermana, 2013).

Zeolit memiliki peranan yang sangat baik, tidak hanya untuk lahan pertanian saja, tetapi mempunyai manfaat tersendiri untuk tanah apabila di aplikasikan pada tanah. Manfaat zeolit bagi tanah yaitu sebagai berikut:

  1. Membenahi kondisi tanah (fisik, kimia dan biologi tanah).
  2. Meningkatkan hara tanaman dan kapasitas tukar ion (KTK).
  3. Mempengaruhi sifat kimia tanah seperti peningkatan kalsium (Ca), kalium (K), penurunan alumunium (Al).
  4. Mengurangi keracunan logam berat dan tingkat kelarutan ion Fe dan Al.
  5. Memelihara kelestarian lingkungan (Septiapermana, 2013).

Selain itu, pemberian zeolit tidak hanya berpengaruh baik pada tanah, tetapi zeolit memberikan pengaruh positif dan manfaat pada tanaman. Manfaat zeolit pada tanaman yaitu :

  1. Meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.
  2. Mempercepat pertumbuhan tanaman.
  3. Meningkatkan ketahanan tanaman dari hama/penyakit.
  4. Mengefisienkan penggunaan pupuk.
  5. Melepaskan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman secara teratur dan perlahan.
  6. Mengurangi hilangnya pupuk karena terbawa arus air (Septiapermana, 2013).

Pemberian zeolit pada tanah pertanian dapat meningkatkan KTK tanah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Nilai KTK ini akan menentukan kemampuan tanah untuk mengikat (mengawetkan) pupuk yang diberikan. Zeolit tidak hanya mengawetkan unsur N saja, tetapi juga K, Ca dan Mg (Abdillah, 2008).

Estiaty (2001) dalam Bondansari dan Susilo (2011) menyatakan bahwa mineral zeolit merupakan mineral yang istimewa karena struktur kristalnya sangat unik sehingga mempunyai sifat sebagai penyerap, pemisah dan katalisator. Menurut Bondansari dan Susilo (2011), zeolit merupakan bahan pembenah tanah yang mengandung kation alkali dan alkali tanah salah satunya adalah ion Ca2+ yang dapat memantapkan agregat tanah. Mantapnya agregat tanah sangat penting dalam hubungannya dengan penyimpanan air dan udara.

Hasil penelitian Widyanto (2013) menunjukkan bahwa tanaman jagung manis yang diaplikasikan zeolit dosis 500 kilogram ha-1 dapat meningkatkan hasil panen tongkol tanpa klobot dibandingkan tanpa pemberian zeolit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *