Pengertian Sumber Belajar

Pengertian Sumber Belajar

Menurut Abdul Majid (2007: 170) sumber belajar dapat diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.

Nana Sudjana (2007: 78), menuliskan bahwa pengertian sumber belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahakan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Peran utama sumber belajar adalah membawa dan menyalurkan stimulus dan informasi kepada siswa (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2007: 78).

Biologi adalah ilmu yang memiliki ciri menggunakan benda hidup sebagai objek studinya (IGP Suryadarma, dkk, 1997: 5), dengan demikian sumber belajar biologi tentunya memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan sumber belajar lainnya. Suhardi (2008: 5) menyatakan sumber belajar biologi adalah segala sesuatu, baik benda maupun gejalanya yang dapat dipergunakan untuk memperoleh pengalaman dalam rangka pemecahan permasalahan biologi tertentu. Sumber belajar memungkinkan dan memudahkan terjadinya proses belajar. Sumber belajar biologi dalam proses pembelajaran biologi dapat diperoleh disekolah atau diluar sekolah.

Menurut Suhardi (2008: 5) penggunaan sumber belajar sebagai bahan ajar tergantung dari macam sumber belajarnya. Pada prinsipnya sumber belajar dibedakan atas dua macam :

  1. Sumber belajar yang siap digunakan dalam proses pembelajaran tanpa adanya penyederhanaan dan atau modifikasi (by utilization).
  2. Sumber belajar yang disederhanakan atau dimodifikasi (by design).

Menurut Suhardi (2008: 5-6), penggunaan sumber belajar biologi yang sudah dikemas sebagai bentuk bahan ajar yang diwujudkan dalam kemasan media belajar dalam proses pembelajaran biologi memiliki kemampuan yang potensial untuk:

1. Membangkitkan produktifitas pembelajaran dengan cara:

  • Mempercepat laju belajar, dan menggunakan waktu secara lebih baik.
  • Mengembangan kegairahan belajar.
  • Memberikan kegiatan lebih kea rah individual.
  • Memberikan kesempatan berkembang sesuai dengan kemampuan.

2. Memberi dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran, dengan cara:

  • Perencanaan secara lebih sistematik.
  • Pengembangan bahan pengajaran dilandasi penelitian berdasar fakta.

3. Lebih memantapkan pengajaran dengan cara:

  • Meningkatkan kemampuan dengan fasilitas berbagai media komunikasi.
  • Penyajian informasi dan data lebih kongkrit
  • Mengurangi sifat verbalistik dan abstrak dengan kenyataan yang kongkrit.

Suatu objek atau gejalanya dapat diangkat sebagai sumber belajar harus memenuhi persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut dapat dilihat dalam kurikulum yag berlaku. Di dalam kurikulum tercantum konsep-konsep yang harus dikuasai oleh peserta didik pada jenis dan tingkat pendidikan tertentu. Jabaran konsep sub-konsep atau sub-sub konsepnya akan dapat digunakan untuk mencapai konsep tersebut.

Dari petunjuk teknis kurikulum dapat dilihat tujuan dan sasaran belajar. Setelah ada kesesuaian dengan ketiga hal tersebut perlu juga ditinjau informasi yang diungkap, pedoman kegiatan dan faktanya, sehingga jelas pula proses dan produk yang ingin diperolehnya. Besarnya potensi suatu objek dan gejalanya untuk dapat diangkat sebagai sumber belajar terhadap permasalahan biologi dapat dipersentasikan berdasarkan konsep/sub-konsep dengan memperhatikan jumlah waktu yang diperlukan. Potensi ini dapat dimantapkan lebih lanjut dengan diadakan kajian terhadap proses dan produk yang diperoleh (Suhardi, 2008: 6-7).

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!