Klasifikasi Dan Morfologi Bawang Merah

Klasifikasi Dan Morfologi Bawang Merah

Bawang merah dan kerabatnya termasuk dalam satu keluarga besar bawang-bawangan. Sebenarnya bawang sayur ini termasuk dalam family Amaryllidaceae. Akan tetapi, beberapa ahli botani memasukkannya dalam family Lilliaceae. Pasalnya, bunga dan perbungaannya mirip bunga lili atau tulip yang terkenal di Belanda (Wibowo, 2009)

Klasifikasi Bawang Merah

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Lilliflorae
Family : Amarylidaceae/Lilliaceae
Genus : Allium L.
Spesies : Allium ascalonicum L.

Morfologi Bawang Merah

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) diduga berasal dari daerah Asia Tenggara, yaitu di sekitar India, Pakistan, sampai Palestina dan bahkan daerah pegunungan Iran, Mesir, dan Turki. Bawang merah merupakan tena rendah yang tumbuh tegak dengan tinggi dapat mencapai 15 – 50 centimeter, membentuk rumpun dan termasuk tanaman semusim. Perakaran berupa akar serabut yang tidak panjang dan tidak terlalu dalam tertanam dalam tanah, sehingga bawang merah tidah tahan terhadap kekeringan. Daun bawang merah hanya mempunyai satu permukaan, berbentuk bulat kecil memanjang, dan berlubang seperti pipa. Bagian daunnya meruncing dan bagian bawahnya melebar seperti kelopak dan membengkak. Ada juga yang daunnya membentuk setengah lingkaran pada penampang melintang daunnya. Daun berwarna hijau muda (Wibowo, 2009).

Umbi terbentuk dari kelopak yang menipis dan kering membungkus lapisan kelopak daun yang ada di dalamnya yang membengkak dan terlihat mengembung, membentuk umbi yang merupakan umbi lapis. Bagian ini berisi cadangan makanan untuk persediaan makanan bagi tunas yang akan menjadi tanaman baru, sejak mulai bertunas sampai keluar akar (Wibowo, 2009).

Pada pangkal umbi terdapat cakram yang merupakan batang pokok yang tidak sempurna (rudimenter). Dari bagian bawah cakram ini tumbuh akar-akar serabut yang tidak terlalu panjang. Sedang di bagian atas cakram, di antara lapisan kelopak daun yang membengkak terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Lalu di bagian tengah cakram terdapat mata tunas utama yang akan menghasilkan bunga, disebut tunas apikal. Sedangkan tunas-tunas lain yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru disebut tunas lateral. Dalam umbi kadang-kadang dapat dijumpai banyak tunas lateral, dapat mencapai 2-20 tunas. Tunas-tunas lateral membentuk cakram baru dan dapat tumbuh kelopak-kelopak daun sehingga dapat terbentuk umbi baru. Dengan demikian tiap umbi lapis bawang merah dapat menjadi beberapa umbi (Wibowo, 2009).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.