Anatomi Sistem Reproduksi Jantan Musang Luak

Anatomi Sistem Reproduksi Jantan Musang Luak

Organ reproduksi jantan musang luak terdir atas testis, duktus epididimis (kaput, korpus, dan kauda), duktus deferens, dan penis. Kelenjar asesorius yang ditemukan pada musang luak hanya kelenjar prostat (glandula prostata). Organ-organ tersebut secara anatomis berhubungan dengan traktus urinarius.

Posisi skrotum musang luak terletak di kaudal dari paha atau kaudo-ventral dari arkus ischiadicus. Testis terdapat di dalam skrotum, berbentuk oval, terdapat sepasang yaitu testis dekster dan testis sinister. Panjang testis adalah 2,14 + 0,09 cm dengan diameter 1,55 + 0,03 cm, dan bobot 2,85 + 0,14 g.

Saluran kelamin jantan terdiri dari rete testis, duktus eferent, duktus epididimis, duktus deferens, dan uretra. Secara makroanatomi hanya duktus epididimis dan duktus deferens yang terlihat, sedangkan rete testis dan duktus eferent dapat diamati secara mikroanatomi. Panjang duktus epididimis dan duktus deferens berturut-turut adalah 2,95 + 0,05 cm dan 11,03 + 0,08 cm.

Kelenjar asesorius pada musang luak hanya terdapat kelenjar prostat. Kelenjar ini tunggal dan terdapat pada pangkal uretra di daerah leher vesika urinaria. Kelenjar prostat berlobulasi, berukuran panjang 3,14 + 0,05 cm, tebal 1,82 + 0,07 cm dengan bobot 4,21 + 0,01 g.

Penis musang luak terdiri dari radiks penis, korpus penis, dan glans penis. Penis (bagian bebas) dibungkus oleh prepusium. Panjang penis tanpa prepusium pada musang luak adalah 7,03 + 0,06 cm. Pada glans penis terdapat penjuluran seperti duri-duri yang disebut penis spine. Secara makroanatomi bentuk penis musang luak dapat dilihat pada.

Pada musang luak hanya terdapat satu kelenjar asesorius yaitu kelenjar prostat yang terdapat pada pangkal uretra di daerah leher vesika urinaria. Ukuran korpus prostata cukup besar dan subur. Hal ini serupa dengan kelenjar prostat yang dimiliki oleh anjing, sehingga diduga fungsi kelenjar pros- tat pada musang luak serupa pula dengan kelenjar prostat anjing.

Fungsi dari kelenjar prostat, diantaranya: membersihkan uretra sebelum ejakulasi (Stabenfeld & Shille, 1977), memberikan sekreta pada semen sebagai pelicin pada spermatozoa (Hafez, 1987), memengaruhi motilitas spermatozoa (Biscoe & Renfree, 1987), dan menghasilkan sekreta bersifat alkalis. Sekreta ini berperan sebagai buffer saat berada di saluran reproduksi betina yang bersifat asam dan memberikan bau yang spesifik pada cairan semen (Colville & Bassert, 2002).

Penis merupakan alat kopulasi hewan jantan yang berfungsi sebagai organ untuk menyalurkan semen ke saluran reproduksi betina (Senger, 2003). Penis musang luak dibungkus oleh kulit yaitu prepusium. Penis musang luak termasuk tipe muskulo-kavernosus karena korpus cavernosum berkembang dengan baik (subur) dan tidak memiliki fleksurasigmoidea penis. Penis pada anjing dan kucing juga termasuk tipe muskulo-kavernosus (Toelihere, 1981). Pada penis yang bertipe muskulokavernosus terdapat korpus kavernosum dengan rongga (celah) besar yang akan terisi darah dalam jumlah besar pada saat terjadi ereksi dibandingkan dengan penis tipe fibroelastis (Aughey & Frye, 2001).

Penis musang luak terdiri atas radiks penis, korpus penis, dan glans penis. Radiks penis terletak di dorsal simpisis pelvina dan di kaudal bertaut di arkus ischiadikus. Korpus penis merupakan bagian tengah dari penis, yang terdiri dari korpus kavernosum dan korpus spongiosum yang mengelilingi uretra (Nurhidayat et al., 2010). Uretra merupakan saluran reproduksi jantan yang berjalan di sepanjang penis, berfungsi untuk menyalurkan urin dan semen (Senger, 2003). Uretra pada jantan memiliki dua fungsi, yaitu: sebagai saluran urinasi dan saluran reproduksi saat spermatozoa diejakulasikan (Colville & Bassert, 2002). Glans penis pada musang luak berukuran kecil, sedikit runcing, dan terdapat penis spine yang juga ditemukan pada penis kucing. Menurut Nandiasa (2011), peran penis spine (duri) pada kucing dalam proses kopulasi belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan penis spine ini berfungsi memberikan stimulasi seksual pada jantan atau betina, menghalangi penarikan penis dari vagina atau meningkatkan stimulasi betina untuk induksi ovulasi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa anatomi organ reproduksi jantan musang luak secara umum serupa dengan ordo karnivora seperti kucing dan anjing.

Sumber:

Savitri Novelina, Shandy Maha Putra, Chairun Nisa’, Heru Setijanto. Tinjauan Makroskopik Organ Reproduksi Jantan Musang Luak (Paradoxurus hermaphroditus) (Macroscopic Study of the Male Asian Palm Civet Reproductive Organ (Paradoxurus hermaphroditus)) Bagian Anatomi Histologi dan Embriologi, Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!