Klasifikasi Dan Morfologi Jamur Tiram

Klasifikasi Dan Morfologi Jamur Tiram

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah salah satu jamur yang dapat dikonsumsi dan bergizi tinggi dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes yang memiliki ciri-ciri umum tubuh jamur berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip seperti cangkang tiram (oleh sebab itu masyarakat Indonesia memberi nama jamur ini adalah jamur tiram) dan bagian tengahnya agak cekung. Jamur tiram masih satu keluarga dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna disetiap fasenya dimulai dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, berdiameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Jamur tiram memperbanyak diri dengan spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

Di habitat alaminya, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh jamur tiram terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau batang pohon yang ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu. Oleh sebab itu, bagi petani yang ingin membudidayakan jamur tiram terlebih dahulu mengetahui, substrat yang dibuat dengan memperhatikan habitat alaminya. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.

Klasifikasi Jamur Tiram

Kingdom: Fungi
Filum: Basidiomycota
Kelas: Homobasidiomycetes
Ordo: Agaricales
Family: Tricholomatacea
Genus : Pleurotus
Spesies: P. ostreatus

Morfologi Jamur Tiram

Jamur tiram berbentuk setengah lingkaran, lonjong dan melengkung seperti cangkang tiram. Jamur tiram mempunyai tudung berdiameter 5-20 cm atau lebih tergantung dimana jamur tumbuh.

Jamur tiram memiliki warna yang sangat bervariasi mulai dari warna putih, abu-abu, dan coklat tua. Tepi tudung menggulung kedalam , pada jamur yang masih muda seringkali bergelombang atau bercuping.

Jamur tiram memiliki daging yang tebal, dan lunak pada bagian tangkai. Jamur tiram kadang bertangkai dan juga tidak tergantung pertumbuhan, tumbuh pendek, panjang tangkai 0,5-4,0 cm , gemuk, padat, kuat kering.

Memiliki sepora sebagai alat perbanyak atau perkembangbiakan diri, licin jika di sentuh, berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.