Klasifikasi Dan Morfologi Cempedak

Klasifikasi Dan Morfologi Cempedak

Klasifikasi Cempedak

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Morales
Family : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus integer (Tunb.) Merr.

Morfologi Cempedak

A. Batang

Cempedak berupa pohon monoesis yang selalu hijau (ever green), batangnya lurus dan silindris tetapi kadang-kadang persegi (Lemmens et al., 1995). Tingginya mencapai ± 15 m dan diameter batang ± 40 cm (Heyne, 1987). Pada pangkal batang terdapat benjolan-benjolan, di batang utama tumbuh ranting, daun dan buah. Kulit kayunya berwarna abu-abu dan kadang-kadang coklat keabu- abuan, tebalnya 2 – 3,5 cm, jika batang dipotong atau dilukai akan mengeluarkan getah yang berwarna putih.

B. Daun

Bentuk daun eliptik (elliptic) sampai bulat telur sungsang (obovate), susunan berselang (alternate), panjang daun 5 – 25 cm dan lebar daun 2,5 – 12 cm, pangkal daun berbentuk pasak (cuneate) sampai bundar (rounded), pinggir daun rata (integer), tulang daun 6 10 pasang yang letaknya lateral dan agak melengkung ke depan (pinnate), tangkai daun 1 – 3 cm, ranting muda dan permukaan bawah daun berbulu halus (pubescent) yang panjangnya ± 3 mm.

C. Bunga

Bunga bentuk tunggal biasanya muncul di ketiak daun, batang cabang, batang utama hingga pangkal batang. Karangan bunga berbentuk lonjong seperti gada memanjang dan berumah satu (monoecious). Karangan bunga jantan berbentuk bongkol seperti gelendong (selinder) berukuran 1 × 3 – 5,5 cm, berwarna hijau pucat atau kekuningan, bertangkai 3 – 6 cm. Bongkol jantan berbentuk silinder berwarna kuning keputih-putihan, gagang bunga panjangnya 3 – 6 cm, bongkol betina memiliki tangkai putik yang berbentuk benang.

Tanaman cempedak mulai berbunga pada umur 3 – 6 tahun, jumlah bunga untuk setiap sinkarp bervariasi antara 1.400 – 5.000 kuntum (Verheij dan Coronel, 1997). Bunga betina terdapat di pucuk yang keluar dari batang, sedangkan sebagian besar bunga jantan terbentuk pada pucuk yang berdada di pinggiran tajuk (canopy). Hal ini memudahkan terjadinya penyerbukan oleh angin, walaupun serbuk sarinya lengket. Serangga akan berkunjung karena aroma bunga jantan, serangga tidak mengunjungi bunga betina karena tidak bernektar. Musim bunga tidak tergantung musim, dapat berbunga pada setiap saat, di Semenanjung Malaysia pembungaan terjadi pada bulan Februari- April dan/atau Agustus – Oktober, di Pulau Jawa bagian barat pohon cempedak umumnya berbunga pada bulan Juli – Agustus, dan di Queensland Utara Australia cempedak berbunga pada bulan September – Oktober (Verheij dan Coronel, 1997).

D. Buah

Buah cempedak bersifat semu majemuk (syncarp) berbentuk silinder sampai bulat dengan ukuran panjang 10 – 15 × 20 – 35 cm dan diameter 10-15 cm. Buah cempedak termasuk unik, daging buahnya mudah di lepas dari kulit buahnya dan tangkai buahnya meskipun masih dikelilingi oleh dami buah. Daging buah adalah perhiasan bunga yang membesar dan menebal, berwarna putih kekuningan sampai jingga, rasanya manis dan aromanya harum, bertekstur lembut, licin berlendir dan agak berserat.

Buah cempedak menyerupai nangka, namun ukurannya lebih kecil, kulit lebih halus dan aromanya tajam antara aroma nangka dan durian, getahnya lebih sedikit dibandingkan dengan buah nangka. Buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna kekuningan atau kecokelat-cokelatan sampai hijau kejinggaan. Buah tertutup oleh duri-duri tumpul yang tersusun rapat, gagang buahnya berukuran 5 – 6 cm, tebal kulit buah ±1 cm; berat buah 0,6 – 3,5 kg, berat daging buah dan biji 25 – 30% dari berat buah.

Periode pematangan buah cempedak 3 – 6 bulan, tergantung pada genotipe dan iklim. Panen cempedak di Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur umumnya dilakukan pada bulan Januari – April. Daging buah yang matang berwarna kuning, mudah lepas dari dinding buah atau porosnya, konsistensinya lembut, rasa manis. Berat daging buah segar bervariasi antara 0,1 – 1,2 kg dengan kadar air 58 – 85%. Komposisi dari setiap 100 gram berat kering daging buah mengandung protein 3,5 – 7,0 %, lemak 0,5 – 2,0%, karbohidrat 84,0 – 87,0 %, serat 5,0 – 6,0%, dan unsur abu 2,0 – 4,0%. (Verheij dan Coronel, 1997).

E. Biji

Setiap buah mengandung biji ± 98 butir, biji berbentuk lonjong berukuran 27 x 17,2 x 13,7 cm (panjang x lebar x tebal) tetapi kadang-kadang ada yang bulat pipih sampai bulat, warna putih keabu-abuan. Kadar air biji segar 51,7 %, berat biji rata-rata 3,9 g atau ± 256 biji/kg, setelah kering udara berat biji rata-rata 2,7 g atau ± 370 biji/kg. Komposisi biji terdiri atas proptein 10 13%, lemak 0,5 – 1,5%, karbohidrat 77,0 – 81,0%, serat 4,0 – 6,0% dan abu 2,0 – 4,0 % (Verheij dan Coronel, 1997).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.