Faktor Penyebab Timbulnya Parasit Pada Ikan Hias

Faktor Penyebab Timbulnya Parasit Pada Ikan Hias

Lingkungan memiliki peran sebagai indikator keaadan organisme di dalamnya, jika lingkungan baik atau bersih maka organisme yang di dalamnya akan baik pula. Sedangkan pada kondisi lingkungan yang buruk dapat menyebabkan organisme yang ada di dalamnya mengalami stres sehingga terjadi penurunan ketahanan tubuh. Hal inilah yang dapat memicu timbulnya serangan penyakit infeksi. Adapun kondisi lingkungan penyebab timbulnya parasit pada ikan baik secara langsung dan tidak langsung yaitu bahan organik, suhu, nutrien, salinitas, amoniak, nitrit, dan nitrat.

Bahan Organik

Irianto (2005) mengemukakan bahwa, pengaruh bahan organik di perairan terhadap ikan adalah penurunan resistensi tubuh ikan. Penurunan resistensi tubuh ikan dipicu disebabkan partikel-partikel dari bahan organik mengganggu insang atau merusak insang ikan, yang akan mengakibatkan ikan memproduksi mukus berlebih. Bahan organik juga berdampak pada peningkatan jumlah alga di perairan. Melimpahnya jumlah alga dapat menurunkan kadar oksigen di perairan. Rouse (1979), menyatakan bahwa ikan rentan terserang parasit jika kandungan oksigen diperairan < 4 mg/l tiap harinya. Oksigen diperlukan ikan untuk katabolisme energi bagi metabolisme, aktivitas dan survivalitas ikan. Dengan demikian minimnya kadar oksigen dapat menurunkan daya survivalitas ikan. Penurunan survivalitas ikan dapat disebabkan tingkat stres yang tinggi pada ikan yang berakibat ikan mudah terserang penyakit.

Suhu

Parameter kualitas air yang dapat mempengaruhi timbulnya serangan parasit pada ikan adalah suhu. Walaupun toleransi suhu antar spesies ikan satu dengan yang lainnya berbeda, namun pada suhu tinggi ikan dapat mengalami gangguan kesehatan seperti stres. Tingkah laku ikan stres ditandai dengan tubuh lemah, kurus dan tingkah laku abnormal. Sedangkan pada suhu rendah dengan kandungan oksigen yang lebih tinggi dibandingkan pada suhu tinggi, ikan juga dapat mengalami stres pernafasan sehingga ikan lebih rentan terserang penyakit infeksi parasit (Tang dan Neson, 1998).

Nutrien

Nutrien pada tubuh ikan berperan sebagai sumber energi pada tubuh ikan yang digunakan untuk metabolisme, respirasi hingga pembentuk sistem imun tubuh ikan. Nutrien buruk menyebabkan penurunan sistem imun tubuh, sehingga mudah terserang penyakit infeksi (Irianto, 2005).

Salinitas

Salinitas adalah salah satu penyebab penyakit non infeksi pada ikan. Pada kondisi salinitas tinggi >20 ppt ikan rentan terkena penyakit. Hal ini disebabkan karena kadar garam tinggi menyebabkan gas-gas kurang terlarut, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air. Pada air tawar dengan salinitas 0 ppt pada suhu 300 C memiliki kelarutan oksigen sebesar 7,6 mg/liter, sedangkan pada air laut dengan salinitas 30 ppt kelarutan oksigen sebesar 6,1 mg/liter. Pada kondisi seperti inilah ikan rentan terkena penyakit infeksi (Irianto, 2005)

Amoniak, Nitrit dan Nitrat

Amoniak, nitrit dan nitrat tidak secara langsung dapat mengakibatkan penyakit infeksi pada ikan, namun bersifat toksis pada ikan. Kadar amoniak dalam air tidak boleh melebihi 0,02 mg/l, karena bersifat toksik bagi organisme air dan dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada ikan (Burrows, 1964 dalam Irianto, 2004). Kadar nitrit yang bersifat toksik pada ikan yaitu pada konsentrasi 0,5 mg/l. Pada kondisi tersebut terjadi penurunan daya ikat darah dengan oksigen, sehingga darah banyak mengikat methemoglobin yang mengakibatkan darah berwarna kecoklatan (brown blood disease). Sedangkan kandungan nitrat yang tinggi dapat berakibat gangguan pertumbuhan dan kesehatan pada ikan (Irianto, 2005).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *