Kebutuhan Nutrisi Ikan Badut

Kebutuhan Nutrisi Ikan Badut

Ikan membutuhkan energi untuk dapat tumbuh dan berkembang. Energi tersebut berasal dari nutrien yang dikonsumsi oleh ikan. Menurut Lovell (1992),

faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrien pada ikan diantaranya adalah jumlah dan jenis asam amino esensial, kandungan protein yang dibutuhkan, kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan. Campuran yang seimbang dari bahan penyusun pakan serta kecernaan pakan merupakan dasar untuk penyusunan formulasi pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan (Cho & Watanabe, 1995).

Ikan badut akan dapat tumbuh dengan baik apabila diberi formulasi pakan yang seimbang, dimana didalamnya terkandung bahan-bahan seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan serat. Nutrisi pada pakan merupakan sumber energi bagi metabolisme ikan. Sebagai hewan yang hidup di lingkungan perairan dimana sumber karbohidrat lebih sedikit dari pada di darat, ikan teradaptasi untuk menggunakan energi yang berasal dari protein dan lemak. Kebutuhan akan protein dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah ukuran ikan, suhu perairan, kadar pemberian pakan, kandungan energi dalam pakan yang dapat dicerna, dan kualitas protein (Furuichi, 1998).

Kebutuhan energi dipengaruhi oleh stadia dalam siklus hidup musim dan faktor lingkungan yang lain. Benih ikan yang sedang tumbuh lebih banyak menggunakan energi persatuan berat badanya dibandingkan ikan dewasa, karena energi yang dibutuhkan tidak saja untuk aktivitas pemelharaan tetapi juga untuk pertumbuhan (Fujaya, 2004). Kebutuhan nutrisi utama pada ikan adalah protein. Dalam tubuh ikan protein merupakan senyawa yang kandunganya paling tinggi setelah air (Murtidjo, 2001).

Protein merupakan bahan oganik yang berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang rusak, pemeliharaan jaringan dan membangun jaringan yang baru. Selain itu protein juga berfungs sebagai sumber energi (NRC, 1993). Kebutuhan protein untuk setiap spesies ikan berbeda-beda dan umumnya berkisar antara 30 sampai 40% (Jobling, 1994). Untuk pencapaian keseimbangan nutrisi di dalam pakan, sebaiknya digunakan protein yang berasal dari tumbuhan (nabati) maupun hewan (hewani) secara bersamaan (Nugraha, 2006). Selain protein nutrisi utama ikan adalah lemak dan karbohidrat. Lemak berfungsi sebagai sumber energi dan pemasok asam lemak essensial. Asam lemak essensial dibutukan untuk pertumbuhan dan fungsi normal semua jaringan (Almatsier, 2009).

Peranan lemak sebagai sumber energi terutama pada ikan karnivora, yaitu sekitar 8% sedangkan kebutuhan lemak ikan herbivora tidak lebih dari 3%. Penambahan lemak sebagai sumber energi akan meningkatkan keefektifan penggunaan protein (Afrianto dan Liviawaty, 2005).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *