Pengertian Teh

Pengertian Teh

Kata teh (Camelia sinensis) berasal dari Cina. Orang Cina daerah Amoy menyebut teh dengan tay. Nama ini kemudian menyebar ke mancanegara dengan penyebutan yang sedikit berbeda. Tanaman teh masuk ke Indonesia pada tahun 1684, berupa biji teh dari Jepang. Dewasa ini di seluruh pelosok Indonesia aneka produk teh dijumpai sehari-hari.Teh bisa diminum panas atau dingin, sebagai minuman penyegar atau obat. (Winarti, 2010). Teh merupakan pangan fungsional sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat, atau protein mendekati nol persen sehingga dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan merupakan sumber zat gizi. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan sendiri dari teh. Istilah teh juga digunakan untuk minuman yang terbuat dari buah, rempah-rempah, atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya teh krisan, teh camile dan teh jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal (Winarti, 2010). Kadungan dalam teh meliputi kafein (2-3%), theobromin, theofilin, bumin adenin, polifenol, karbohirat, serat, pektin, dan katekin yang dapat menyebabkan rasa pahit dan sepat (Dalimartha, 1999 dan Hariono, 2003 serta Hartoyo, 2003)

Proses pengeringan dilakukan pada suhu 500 C karena dapat mempermudah dan memperkokoh proses penggulungan dan akan terjadi perubahan kimia dimana pektin dalam cairan akan pecah oleh enzim menjadi asam pektat dan metil alkohol teruapkan. Asam pektat setelah pemasakan akan mengering dan membentuk semacam pernis sehingga permukaan teh kering akan menjadi mengkilap (Dymas, 2008)

Berdasarkan cara pengolahannya, teh dibagi menjadi tiga jenis, yaitu teh hitam (oksidasi enzimatis), teh hijau (oksidasi non-enzimatis) dan teh oolong (semi-oksidasi). Teh oolong merupakan hasil dari proses pengolahan peralihan antara teh hijau dan teh hitam.(Dalimartha, 1999)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!