Sifat Antagonis Trichoderma viride Person

Sifat Antagonis Trichoderma viride Person

T. viride dapat menghasilkan enzim ekstraseluler β (1.3) glukanase dan kitinase yang dapat melarutkan dinding sel jamur parasit. Adanya aktifitas metabolisme hifa yang tinggi pada bahan organik, membuat jamur tersebut mampu menyerang dan menghancurkan propagul patogen yang ada disekitarnya (Papavizas, 1985).

Jamur ini mempunyai kemampuan sebagai jamur antagonis pada beberapa jamur lain karena mampu menghasilkan antibiotik viridin dan gliotoksin yang dapat berperan sebagai fungistatik (Brian dan Mc Gowan, 1945).

Menurut Kotaric, et al. (1980) dalam Niken (2009), T. viride adalah penghasil enzim selulolitik yang sangat efisien, terutama enzim yang mampu menghidrolisis kristal selulosa. Dijelakan oleh Gilbert dan Tsao (1983), selulase yang dihasilkan oleh T. viride mengandung komponen terbesar berupa selobiase dan β-1,4-glukan-selobiohidrolase (C1), sementara β-1,4-glukan-selobiohidrolase (Cx) terdapat dalam jumlah kecil. Selulase yang diproduksi mengandung asam-asam amino
tertentu, yaitu :

  1. Golongan asam amino yang bersifat asam : aspartat dan glutamat.
  2. Golongan asam amino polar : serin, treonin, dan glisin.
  3. Sebagian kecil asam amino dasar.
  4. Sebagian kecil golongan asam amino sulfur.

Semua enzim ini bersifat hidrolitik dan bekerja baik secara berturut – turut atau bersamaan. Selobiohidrolase adalah enzim yang mempunyai afinitas terhadap selulosa tingkat tinggi yang mampu memecah selulosa kristal. Sedangkan endoglukanase bekerja pada selulosa amorf (Coughlan, 1989). Selanjutnya selobiohidrolase memecah selulosa melalui pemotongan ikatan hidrogen yang menyebabkan rantai – rantai glukosa mudah untuk dihidrolisis lebih lanjut. Hidrolisa selanjutnya dilakukan oleh enzim β-glukonase dan β-glukosidase sehingga diperoleh selobiosa dan akhirnya glukosa.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!