Klasifikasi Dan Morfologi Burung Walet

Klasifikasi Dan Morfologi Burung Walet

Burung walet adalah jenis burung yang menghasilkan sarang dengan harga tinggi. Saat ini burung walet sedang gencar-gencarnya dibudidayakan di dalam rumah walet untuk diambil hasilnya. Banyak pengusaha-pengusaha yang membuat bangunan baru untuk jenis burung ini (Wibowo 1995). Burung walet termasuk kedalam genus Collocalia (keluarga Apodidae), genus yang memiliki persebaran yang luas yang terdiri dari berbagai jenis berukuran kecil yang secara taksonomi belum diketahui dengan baik (Soehartono dan Mardiastuti 2003).

Klasifikasi Burung Walet

Mulia (2009) menyatakan, klasifikasi burung walet adalah sebagai berikut.

Kingdom : Animalia
Divisi : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Apodiformes
Familia : Apodidae
Genus : Collocalia
Spesies : Collocalia fuciphaga
Collocalia maxima
Collocalia linchi

Morfologi Burung Walet

Chantler dan Driessens (1995), dalam Soehartono dan Mardiastuti (2003) menyatakan bahwa terdapat 26 spesies genus Collocalia di dunia, 12 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Sulitnya klasifikasi menyebabkan terjadinya perbedaan pandangan dalam menentukan jumlah spesies. Somadikarta (1989), dalam Soehartono dan Mardiastuti (2003) menyebutkan, di Indonesia terdapat 12-14 jenis burung walet, sementara Andrew (1992) dan Noerdjito (1996) dalam Soehartono dan Mardiastuti (2003), memperkirakan hanya ada 10 spesies. Menurut Soehartono dan Mardiastuti (2003), Indonesia memiliki tiga jenis walet yang sarangnya dapat dimakan. Ketiga jenis walet tersebut adalah walet sarang putih (Collocalia fuciphaga), walet sarang hitam (Collocalia maxima), dan walet linchi (Collocalia linchi). Walet sarang putih merupakan spesies walet yang memiliki nilai ekonomis paling tinggi. Spesies ini memiliki ukuran sedang, berwarna abu-abu kecoklatan, tunggir bervariasi dengan warna yang sama dengan punggung sampai abu-abu muda atau cokelat dan memiliki variasi warna pada bagian penutup sayap. Walet sarang putih memiliki ukuran panjang tubuh sekitar 12 cm dengan bentang sayap 11,6-11 cm, memliki ekor yang bertakik dan berwarna coklat pada bagian bawah tubuh (MacKinnon et al. 1993).

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!