Pengertian Polen

Polen

Polen merupakan alat reproduksi jantan pada tumbuhan yang memiliki fungsi sama seperti sperma pada hewan jantan (Arizona, 2000). Polen atau serbuk sari terdapat dalam ruang serbuk sari (theca) yang terletak pada kepala sari (antenna).

Polen memiliki ukuran bervarisai antara 5µ sampai lebih dari 200µ (Faegri and Iversen, 1989). Menurut Erdtman (1972), ukuran polen berdasarkan panjang aksis terpanjang diklasifikasikan kedalam beberapa kategori yaitu dari perminutae (PI), minutae (MI), mediae (ME), magnae (MA), permagnae (PA) dan giganteae (GI) dengan dengan ukuran tertera di bawah ini :

  • Sangat Kecil (sporae perminutae; PI) < 10 µ
  • Kecil (sporae minutae; MI) 10 – 25 µ
  • Medium (sporae mediae; ME) 25 – 50 µ
  • Besar (sporae magnae; MA) 50 – 100 µ
  • Sangat Besar (sporae permagnae; PA) 100 – 200 µ
  • Raksasa (sporae giganteae; GI) > 200 µ

Butiran polen dilapisi oleh lilin (wax) dan protein yang merupakan elemen sculptura (Davis, 1999). Polen terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan intine dan lapisan exine. Lapisan intine merupakan dinding pektoselulosa yang tipis mengelilingi butir polen yang masak. Lapisan exine merupakan lapisan diluar lapisan intine yang memiliki sporopolenin yaitu substansi yang keras yang memberi daya tahan pada butir polen (Fahn, 1991). Exine memiliki keistimewaan yaitu memiliki struktur dan ornamentasi (Erdmant, 1972). Apertura merupakan modifikasi dari dinding polen yang berfungsi sebagai jalan keluarnya buluh (Davis, 1999). Buluh akan keluar melalui apertura selama perkecambahan polen dengan cara mendorong intine ke samping. Apertura dapat berupa alur (colpate) dan pori (porate), dimana susunan jumlah pori dan alur merupakan kriteria penting dalam klasifikasi polen berdasarkan bentuk apertura (Davis, 1999).

Berdasarkan bentuk apertura, bentuk polen dapat diklasifikasikan menjadi bentuk inaperturate, monoporate, diporate, triporate, stephanoporate, periporate, monocolpate, dicolpate, tricolpate, stephanocolpate, pericolpate, heterocolpate, syncolpate, tricolporate, stephanocolporate, pericolporate dan tricotomonocolporate (Kapp, 1969).

Simetri polen dibagi menjadi dua tipe yaitu simetri radial dan simetri bilateral. Simetri radial yaitu dimana polen dapat dibagi menjadi dua bidang simetri atau lebih, dan jika memiliki dua simetri maka aksis ekuatorial memiliki panjang yang sama dengan aksis vertikal. Simetri bilateral yaitu polen yang mempunyai bidang simetri vertikal dan aksis ekuatorial yang tidak sama panjang (Erdtman, 1972).

Menurut Kapp (1969) dan Erdtman (1972) pada polen dengan bidang ekuator yang melebar, aksis polarnya dapat diacu sebagai titik rotasi. Jika dilihat dari bidang ekuator terlihat seperti berbentuk melingkar atau lonjong (elipse). Butiran polen dengan ekuatorial yang melebar dapat diistilahkan sebagai spherical, prolate spheroidal, subprolate, prolate dan perprolate. Sedangkan istilah spherical, oblate spheroidal, suboblate, oblate dan peroblate digunakan jika aksis polar kecil. Bentuk-bentuk (kelas) polen pada polen yang berbentuk elipse ini dapat ditentukan berdasarkan hubungan perbandingan antara polar aksis (P) dengan aksis ekuatorial (E). Bentuk-bentuk polen berdasarkan atas perbandingan bidang polar dan bidang ekuatorial pada polen berbentuk elipse ini dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!