Pengertian Lebah Madu Pekerja

Pengertian Lebah Madu Pekerja

Lebah Madu

Lebah madu termasuk serangga yang memiliki sayap. Lebah madu biasanya hidup secara berkoloni atau berkelompok. Satu koloni lebah madu biasanya dihuni oleh tiga macam lebah yang mempunyai tugas sendiri- sendiri. Pembagian tugas tersebut berjalan sesuai dengan fungsinya masing- masing. Ketiga macam lebah tersebut adalah lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Lebah-lebah pekerja akan mempertahankan koloninya dengan jalan memburu dan menyengat apabila koloni lebah tersebut diusik atau diganggu (Sihombing, 1997).

Lebah Pekerja

Bentuk badan lebah pekerja paling kecil dibandingkan dengan lebah jantan ataupun ratu lebah. Lebah pekerja dikenal juga sebagai lebah lapangan yang bertugas mencari nektar, tepung sari dan air. Kemampuan terbangnya mencapai 2-3 km. Lebah pekerja berangkat pagi-pagi sekali dalam menunaikan tugasnya. Lebah pekerja ini cenderung mengumpulkan nektar dari bunga yang sejenis, bahkan dapat memilih dari sejumlah bunga yang mengandung nektar paling banyak (Sihombing, 1997).

Alat untuk menghadapi bahaya yang mengancam kehidupan lebah pekerja adalah sengat yang beracun dan berbisa. Tugas lebah pekerja di lapangan cukup berat, setiap saat diincar oleh bahaya seperti jebakan laba-laba, tanaman bergetah, burung-burung pemangsa dan pengganggu lainnya. Lebah pekerja lebih suka mencari nektar, tepung sari dan air terdekat dari sarang, kira-kira 1-2 km (Warisno, 1993).

Keistimewaan lebah pekerja adalah, lebah ini tidak mungkin akan tersesat waktu kembali ke sarangnya, lebah pekerja memiliki alat pembau (home sence) yang sangat kuat. Lebah pekerja pulang ke sarang biasanya disambut dengan gembira oleh lebah-lebah pekerja yang masih muda. Penyambutan tersebut dilakukan dengan menari-nari di sekeliling rumah lebah secara massal. Lebah pekerja datang laksana pahlawan yang telah bertugas di medan perang yang patut dihormati (Warisno, 1996).

Lebah menjalin simbiosis yang menguntungkan dengan tanaman. Tanaman mengeluarkan bunga yang berwarna-warni dan bau-bauan yang beraneka macam serta mengandung nektar dan tepung sari yang dibutuhkan lebah. Hal ini menarik perhatian lebah pekerja untuk mendatangi dan mengambil nektar serta tepung sari tersebut sehingga penyerbukan tanaman menjadi lebih sempurna (Sihombing, 1997).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *