4 Jenis Lebah Madu Yang Dikenal Di Indonesia

4 Jenis Lebah Madu Yang Dikenal Di Indonesia

Lebah madu yang dikenal masyarakat Indonesia ada empat jenis, yaitu Apis indica/Apis cerana, Apis mellifica/Apis mellifera, Apis dorsata dan Apis trigona. Jenis lebah madu yang banyak dipelihara/diternakkan oleh masyarakat adalah jenis Apis indica dan Apis mellifera. Apis indica pada umumnya dikenal sebagai lebah unduan, lebah lalat, tawon laler (Bahasa Jawa), lebah gula, lebah sirup atau lebah kecil.

Lebah Apis indica ada yang dipelihara (diternakkan) dan ada juga yang hidup liar di seluruh bumi nusantara. Ada yang mengatakan bahwa lebah tersebut adalah asli dari kawasan Asia Polinesia. Lebah Apis indika memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari lebah mellifera dan sifatnya juga agak ganas. Produksi madunya tidak begitu banyak, yaitu sekitar 6-12 kilogram setiap tahun untuk satu koloni lebah. Lebah ini cukup banyak dipelihara di Desa-desa dengan menggunakan sistem gelodok yang tempatnya terbuat dari batang pohon kelapa yang dibelah dua dan biasanya diletakkan di dahan pohon yang ada di sekitar rumah. Lebah Apis indika ada yang hidup liar di rongga- rongga pohon atau di dahan-dahan pohon besar yang terlindung dari terik sinar matahari dan hujan, ada juga yang hidup di atap rumah-rumah tua yang sudah tidak dihuni (Warisno, 1996).

Apis mellifica sering juga disebut dengan lebah Italia, lebah impor Australia, lebah madu internasional, lebah Selandia Baru atau lebah melli. Ukuran lebah ini lebih besar bentuknya bila dibandingkan dengan Apis indica dan sifatnya tidak ganas meskipun dapat menyengat. Lebah ini cukup mudah untuk diternakkan karena selain jinak, lebah ini dapat memproduksi madu yang cukup tinggi, yaitu sekitar 30-60 kg/tahun pada setiap koloni lebah. Lebah ini banyak diternakkan oleh pemerintah (Dinas Kehutanan/Perum Perhutani) dan perusahaan-perusahaan swasta (Soerodjotanojo, 1996).

Apis dorsata biasa disebut lebah hutan atau lebah liar. Masyarakat sering menyebutnya dengan nama tawon gung (bahasa Jawa). Lebah ini sulit untuk diternakkan karena sifatnya yang ganas dan sengatannya juga cukup berbahaya bagi manusia. Jenis lebah ini banyak terdapat di hutan belantara yang jarang ditempuh oleh manusia. Jenis lebah ini juga ada yang menamakannya lebah raksasa, karena rumahnya sangat besar dan penghuninya jutaan ekor. Garis tengah dari sarang lebah Apis dorsata kira- kira 1,5-2 meter. Produksi madunya setiap kali panen sekitar 50-60 kilogram. Bentuk sarang dari jenis lebah ini tidak seperti sarang lebah pada umumya yang berupa sisiran, tetapi bentuknya menjadi satu kesatuan (Hadiwiyoto, 1986).

Lebah madu Apis trigona yang biasa disebut dengan Klanceng. Keistimewaan lebah ini adalah tidak memiliki sengat. Senjata untuk bela diri adalah zat perekat seperti lem yang lekat sekali. Lebah ini berukuran kecil dan produksi madunya juga sedikit sehingga jarang diternakkan (Hadiwiyoto, 1986).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *