Hama Yang Menyerang Padi

Hama Yang Menyerang Tanaman Padi

Hama adalah semua organisme atau agen biotik yang merusak tanaman dengan cara yang bertentangan dengan kepentingan manusia Smith dalam Riontones (2009). Sedangakan serangga dikatakan hama apabila serangga tersebut mengurangi kualitas dan kuantitas bahan makanan, pakan ternak, tanaman serat,
hasil pertanian atau panen, pengolahan dan dalam penggunaannya, serta dapat bertindak sebagai vektor penyakit pada tanaman, binatang dan manusia (Nas dalam Riontones, 2009).

Serangga tergolong kedalam kelompok hewan yang memiliki tubuh dan tungkai beruas-ruas. Tubuh serangga terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, toraks (dada), dan abdomen(perut). Terdapat dua jenis metamorfosis pada serangga yang menjadi hama yaitu metamorfosis sederhana dan metamorfosis sempurna. Metamorfosis sederhana di sebut juga paurometabola, sedang metamorfosis sempurna di sebut holometabola. Jenis-jenis serangga hama yang menyerang tanaman (Sakti, 2000) antara lain:

a. Hama Wereng

Pada tanaman padi terdapat empat jenis wereng yaitu wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal), wereng punggung putih (Sogatella furcifera Horvath), wereng hijau ( Nephotettix spp) dan wereng loreng ( Recillia dorsalis Motsch). Dua jenis yang di sebut pertama di kenal sebagai wereng batang (plant hopper) yang tergololong famili Delphacidae, sedang dua jenis yang terakhir di kenal sebagai wereng daun (leaf hopper) yang tergolong familli Jassidae atau Cicadellidae.

Diantara keempat jenis wereng tersebut yang sering dilaporkan menimbulkan masalah pada tanaman padi adalah wereng coklat dapat menyebabkan tanaman padi mati kekeringan dan tampak seperti terbakar ( hopper burn) atau puso serta dapat menularkan beberapa jenis penyakit virus. Sedang wereng hijau walaupun kerusakan langsung yang di sebabkan tidak begitu nyata, tetapi dapat menularkan penyakit virus tungro.

Penanaman varietas unggul yang beranakan banyak serta ditanam dalam jarak yang relatif rapat, akan menyebabkan iklim mikro diantara rumpun. padi sangat sesuai untuk perkembangan wereng coklat. Sudah sering wereng coklat dilaporkan menimbulkan kerusakan berat diberbagai profinsi di indonesia. Bahkan kalau serangan berat terjadi pada fase vegetatif, maka tanaman padi tidak dapat di panen sama sekali. Kerusakan langsung yang diakibatkan oleh wereng hijau tidak begitu nyata. Jarang sekali dilaporkan wereng hijau merusak langsung secara berat. Akan tetapi kalau tempat tersebut menjadi daerah endemis untuk penyakt virus tungro, maka peranan wereng hijau menjadi penting karena serangga ini adalah vektor yang evektif untuk menularkan penyakit virus tersebut.

b. Penggerek Batang Padi

Terdapat empat spesies penggerek batang padi, yaitu penggerek batang padi kuning Scirpophaga incertulas (walker), penggerek batang padi putih Scripophaga innotata (walker), penggerek batang padi bergaris Chilo supressalis (walker), dan penggerek batang padi merah jambu Sesamia inferens (walker). Tiga jenis tersebut yang pertama tergolong kedalam family Pyralidae dan yang terakhir tergolong famili Noctuidae yang semuanya termasuk ordo lepidoptera. Keempat jenis penggerek batang padi ini mempunyai cara hidup yang hampir sama dan gejala kerusakan yang di timbulkan juga persis hamir sama. oleh karena itu kedua hal ini akan di terangkan secara bersama-sama.

Penggereak batang padi merupakan hama penting karena secara nyata merusak malai sehingga mengurangi jumblah malai yang dapat di panen atau dalam fase vegetatif mereka mematikan titik tumbuh sehingga mengurangi jumlah anakan. Penggerek batang padi biasanya meningkat menjelang berakhirnya musim
hujan.

c. Hama Ganjur

Hama ganjur, Orseolia orizae (Wood mason) tergolong famili Cecidomydae, ordo diptera, serangga ini termasuk dalam ordo yang sama dengan lalat dan nyamuk. Dalam bahasa inggris ganjur padi di sebut Rice gall-midge. Hama ganjur merupakan hama penting pada awal fase vegetatif sampai selesainya masa pembentukan anakan. Mereka mulai menyerang tanaman padi sejak dibedengan persemaian. Populasi ganjur akan meningkat selama musim penghujan baik disawah-sawah beririgasi maupun disawah-sawah tadah hujan. Serangga ini tidak akan menyerang padi gogo. Selama musim kering mereka akan terdapat dalam jumlah sedikit disawah-sawah beririgasi kalau disawah tersebut digenangi terus-menerus. Awan dan hujan merupakan faktor-faktor iklim yang menunjang kehidupan serangga ini.

d. Hama Putih

Hama putih, Nymphula depunctalis (Guenee) tergolong dalam famili Pyralidae, Ordo lapidoptera.Larva serangga ini bersifat akuatik dan hidup didalam tabunng berisi air yang terbuat dari potongan daun.

Hama putih hanya penting pada awal fase vegetatif sejak dipersemaian sampai tanaman padi berumur kira-kira satu bulan. Tanaman ini hanya terdapat pada sawah-sawah yang selalu tergenang dan populasi meningkat cepat pada musim hujan. Serangga hama putih bersifat setempat-tempat dan larva yang terdapat didalam tabung mudah dipindahkan oleh air irigasi yang mengalir.

e. Hama Putih Palsu

Hama putih palsu, Cnaphalocrocis medinalis Guenne, tergolong famili Pyralidae, ordo Lepidoptera. Hama ini di sebut hama putih palsu karena gejala serangannya hampir menyerupai gejala serangan hama putih.

f. Walang Sangit

Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakan salah satu hama yang juga meresahkan petani. Hewan ini jika diganggu, akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau. Serangga ini berwarna hijau kemerah- merahan. Walang sangit menghisap butir-butir padi yang masih cair. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat. Kulit biji itu akan berwarna kehitam-hitaman. Faktor-faktor yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut.

a. Sawah sangat dekat dengat perhutanan.
b. Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi.
c. Penanaman tidak serentak

g. Kepinding Tanah

Kepinding tanah tergolong dalam famili pentatimidae, ordo hemimptera. Tiga jenis kepinding tanah diasia yaitu scotinophara coartata (F), scotinophara hirida ( Burm ), dan Scotinophara vermiculata. Hama ini dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Kalau populasi tinggi, mereka dapat menyebakan tanaman menjadi puso. Serangga ini lebih menyukai tanamn padi yang kurang terpelihara. Serangan pada tanaman tua tidak seberat serangan pada tanaman muda atau persemaian.

h. Ulat Grayak

Sebelum disebut ulat grayak, hama ini disebut ulat tentara (terjemahan dari kata ‘’ army worm”), karena kalau akan menyerang tanaman pada malam hari. Banyak jenis ulat grayak yang menyerang tanaman padi, tetapi yang paling umum terdapat adalah tiga jenis yaitu : Mythimma separata (Wlk), Spodoptera mauritia (Boisd), dan Spodoptera litura (F). Ketiga jenis serangga ini tergolong dalam famili Nouctuidae, ordo lepidoptera.

Populasi ulat grayak biasanya bersifat lokal dan peranan musuh alam cukup berarti dalam menekan populasi di bawah ambang ekonomi, walaupun kadang-kadang mengalami eksplosi, ulat grayak dapat di jumpai di seluruh lingkungan pertanaman padi, tetapi pada sawah-sawah beririgasi biasanya mereka tidak begitu menimbulkan permasalahan yang berarti. Populasi biasanya meningkat pada musim hujan karena mereka mudah mencari inang alternatif dan gulma rumput-rumputan.

i. Kepik Hijau

Kepik hiajau, Nezara vridula L. tergolong famili pentatomidae, ordo hemiptera. Hama ini dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Kalau populasi tinggi, mereka dapat menyebakan tanaman menjadi puso. Serangga ini lebih menyukai tanaman padi yang kurang terpelihara. Serangan pada tanaman tua tidak seberat serangan pada tanaman muda atau persemaian.

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!