Klasifikasi Dan Morfologi Kopi

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kopi

Tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang berasal dari Benua Afrika, tepatnya dari negara Ethiopia pada abad ke-9. Suku Ethiopia memasukan biji kopi sebagai makanan mereka yang dikombinasikan dengan makanan-makanan popok lainnya, seperti daging dan ikan. Tanaman ini mulai diperkenalkan di dunia pada abad ke-17 di India. Selanjutnya, tanaman kopi menyebar ke Benua Eropa oleh seorang yang berkebangsaan Belanda dan terus dilanjutkan ke negara lain termasuk ke wilayah jajahannya yaitu Indonesia (Panggabean 2011).

Klasifikasi Tanaman Kopi

Kigdom : Plantae
Subkigdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Coffea
Spesies : Coffea sp. [ Cofffea arabica L., Coffea canephora, Coffea
liberica, Coffea excelsa ]

Morfologi Tanaman Kopi

Kopi merupakan tanaman yang memiliki sistem perakaran tunggang sehingga tidak mudah rebah dengan akar lateral tumbuh dan berkembang di permukaan tanah (Panggabean, 2011). Tanaman kopi adalah salah satu golongan tanaman perdu dengan batang yang kokoh dengan tinggi yang dapat mencapai 2-4 meter (Backer & Bakhuizen van den Brink, 1968). Batang tanaman kopi mempunyai dua tipe percabangan (dimorfisme), yaitu cabang orthotrop dan plagiotrop (Panggabean, 2011).

Cabang orthotrop merupakan cabang batang yang tumbuh tegak lurus, sedangkan cabang plagiotrop merupakan cabang batang yang tumbuh ke samping atau horizontal dan berfungsi sebagai tempat tumbuh bunga atau buah (Panggabean, 2011).

Tanaman kopi mempunyai daun berwarna hijau, licin, bagian permukaan mengkilap. Daun kopi memiliki panjang antara 15-40 cm dan lebarnya antara 7-30 cm serta memiliki tangkai daun dengan panjang antar 1-1,5 cm. Daun kopi memiliki 10-12 pasang urat daun dengan pangkal daun tumpul dan ujung meruncing (Backer & Bakhuizen van den Brink, 1968). Tepi daunnya berombak dengan urat daun yang tenggelam. Akibatnya, permukaan daun kopi nampak berlekuk-lekuk. Daun tanaman kopi tumbuh berhadapan pada batang, cabang, dan ranting-ranting (van Steenis et al., 2008).

Tanaman kopi pada umumnya mulai berbunga setelah berumur kurang lebih dua tahun. Bunga tumbuh dari ketiak daun pada cabang plagiotrop, memiliki tangkai bunga dengan panjang 1 mm. Bunga kopi tersusun dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 kuntum bunga (Backer & Bakhuizen van den Brink, 1968). Bunga kopi memiliki kelopak sedikit berbentuk lengkung dan berwarna hijau, memiliki mahkota yang berwarna putih serta berbau harum, jumlah mahkota 5-7 buah, panjang tabung mahkota antara 15-18 mm dan lebar 2-3,5 mm. Tangkai putik berukuran kecil panjang, posisi tangkai putik menjulang jauh di luar tabung dengan dua cabang yang panjangnya 5 mm (Backer & Bakhuizen van den Brink, 1968). Benang sari terdiri dari 5-7 helai, berukuran kecil. Panjang kepala sari kurang lebih 5 mm dan memiliki tangkai sari dengan panjang 3-4 mm, (Backer &Bakhuizen van den Brink, 1968).

Apabila bunga sudah dewasa akan terjadi penyerbukan dengan membukanya kelopak dan mahkota yang akan berkembang menjadi buah. Penyerbukan yang terjadi pada tanaman kopi robusta merupakan jenis penyerbukan silang (Sudarka et al., 2009), yaitu proses jatuhnya serbuk sari yang berasal dari bunga pada tumbuhan lain yang sejenis (Tjitrosoepomo, 2005) pada kepala putik. Hal tersebut terjadi karena kedudukan tangkai putik pada kopi robusta menjulang tinggi dari posisi benang sari, sehingga kemungkinan benang sari dapat jatuh di tangkai putik sendiri sangat kecil (Sudarka et al., 2009).

Disamping itu, kopi robusta memiliki sifat inkompatibilitas yaitu apabila terjadi penyerbukan sendiri maka buluh serbuk sari tidak terbentuk, sehingga pembuahan tidak terjadi. Oleh karena itu, tanaman kopi robusta harus ditanam bersamaan dengan kopi jenis lainnya sehingga proses penyerbukannya dapat berlangsung (Sudarka et al., 2009). Waktu yang dibutuhkan dari bunga menjadi buah masak adalah sekitar 7-9 bulan. Buah kopi merupakan buah bertipe batu dan berbentuk bulat telur, berukuran kecil dengan diameter 15-18 mm. Buah kopi muda berwarna hijau dan berwarna merah jika telah masak serta berubah menjadi hitam ketika kering (Backer & Bakhuizen van den Brink, 1968). Pada umumnya buah kopi muncul pada cabang plagiothrop.

Buah kopi terdiri dari kulit buah dan biji. Kulit buah kopi terdiri dari tiga bagian yaitu lapisan kulit luar (eksokarp), lapisan daging buah (mesokarp), dan lapisan kulit tanduk (endokarp) (AAK, 1988), sedangkan biji kopi terdiri dari dua bagian, yaitu kulit biji (kulit ari) dan endosperma (putih lembaga) (AAK, 1988).

Buah kopi juga memiliki karakteristik yang membedakan dengan biji kopi lainnya. Secara umum, karakteristik yang menonjol yaitu bijinya yang agak bulat, lengkungan bijinya yang lebih tebal dibandingan kopi arabika dan garis tengah dari atas ke bawah hampir rata (Panggabean 2011)

Daftar Pustaka :

  • Panggabean, Edy. 2011. Buku Pintar Kopi. Jakarta Selatan: PT Agro Media Pustaka hlm 124-132
  • Tjitrosoepomo, G., 2005. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). UGM-Press, Yogyakarta.
  • Sudarka W, et al. 2009. Pemuliaan tanaman. Universitas udayana. Denpasar.
  • AAK, 1988. Budidaya Tanaman Kopi. Kanisius, Yogyakarta

 

Loading...

2 tanggapan untuk “Klasifikasi Dan Morfologi Kopi

  • Desember 4, 2017 pada 6:09 pm
    Permalink

    Tulisan mengenai kopi di atas sgt bermanfaat! thanks min! bisa minta daftar pustaka acuannya?

  • Desember 4, 2017 pada 6:47 pm
    Permalink

    Sudah saya update artikel dan ada daftar pustaka didalamnya. Maaf tidak semua saya dapatkan untuk anda
    semoga artikel ini membantu anda.

    Terimakasih atas kunjungan anda….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!