Tanaman Inang Kutu Kebul

Tanaman Inang Kutu Kebul

Hama B. tabaci bersifat polifag, inangnya antara lain kacang-kacangan (Thaseolus spp, Vicia spp), kapas, tomat, tembakau, ketela rambat dan ketela pohon (Suharto, 2007). Menurut Pracaya (2007) yang termassuk tanaman inang B tabaci adalah keluarga Malvaceae (rosella, kenaf, kapas), Papilionaceae (kacang tanah, buncis, kapri, kacang babi), Solanaceae (cabai, tembakau, tomat), Convolvulaceae (ubi jalar), Cucurbitaceae (labu siam, mentimun), Euphorbiaceae (singkong), Compositae (bunga matahari, wedusan bandutan, Eupatoriu Odoratum), Myrtaceae (jambu biji), Pedaliaceae (wijen), Verbenaceae (jarong), dan lain-lain.

Virus ini dapat bertahan beberapa tumbuhan inang lain, yaitu babadotan= wedusan (Ageratum conyzaides L), srunen (Synedrella nodiflora G), nyawun (Vernonia cinerea L), kembang kertas (Zinnia elegans J), dan tembakau. Tiga tumbuhan yang pertama adalah gulma yang umum terdapat di kampung, pematang, tepi jalan, makam, dan sebagainya, di India virus yang sama juga dapat menular kutu ke pepaya (Haryono, 2007).

Menurut Kogan 1982 (dalam Suheriyanto ,2008), proses serangga menemukan inang adalah sebagai berikut:

1. Proses Penemuan Habitat Inang (host habitat finding).

Tahap ini terjadi pada serangga dewasa yang sedang memencar menemukan lokasi habitat umum tumbuhan. Rangsangan yang berperan dalam penemuan habitat ini adalah dari rangsangan fisik berupa cahaya, angin, gravitasi, suhu dan kelembapan.

2. Proses Penemuan Inang (host finding).

Setelah menemukan habitat inang, serangga dapat menuju ke tumbuhan inangnya apabila tumbuhan tersebut menghasilkan bau. Dengan menggunakan indera penglihatan dan pembauan serangga akhirnya dapat menemukan inangnya.

3. Proses Pengenalan Inang (host recognition).

Begitu serangga telah menemukan inang, rangsangan yang berasal dari tumbuhan yang berupa warna, ukuran dan bentuk tumbuhan yang berperan penting dalam tahap selanjutnya. Serangga dengan menggunakan indera peraba dan pengecapnya menguji apakah tumbuhan tersebut diterima sebagai inang atau tidak.

4. Proses Penerimaan Inang (host acceptance).

Melalui respon fisik dan kimia serangga mencoba mengetahui kesesuaian tumbuhan tersebut sebagai pakan. Apabila sesuai maka serangga akan terus makan dan menerima tumbuhan tersebut sebagai inang.

5. Kesesuaian Inang (host suitability).

Ketersediaan nutrisi pada tumbuhan dan tidak adanya senyawa racun yang membahayakan serangga menyebabkan tumbuhan tersebut sesuai sebagai pakan untuk kelangsungan hidup serangga dan perkembangbiakanya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!