Pengertian Racun Kalajengking

Racun kalajengking

Terdapat sekitar 1500 spesies kalajengking di seluruh dunia dan sekitar 25 spesies diantaranya dapat membunuh manusia. Seluruh spesies kalajengking beracun namun hanya beberapa spesies yang dapat berakibat fatal bila menyengat manusia. Walaupun sengatannya
menyakitkan, sengatan kalajengking umumnya tidak berakibat fatal namun hanya reaksi lokal
pada daerah yang disengat. Kalajengking yang paling mematikan adalah Hemiscorpion
lepturus, Leiurus quinquestriatus dan Mesobuthus tamulus yang bersifat sitotoksik. Di
Indonesia, spesies kalajengking yang banyak ditemukan adalah Heterometrus spinifer, Heterometrus cyaneus, Heterometrus liophysa, Heterometrus longimanus yang tidak
menimbulkan efek berbahaya.

Racun kalajengking merupakan campuran kompleks yang terdiri dari protein, neurotoksin, nukleotida, asam amino, kardiotoksin, nefrotoksin, toksin hemolitik, fosfodiesterase,
fosfolipase A, hyaluroinidase, asetilkolinesterase, glikosaminoglikan, histamin, serotonin, dan zat-zat lain. Neurotoksin dalam racun kalajengking sangat mematikan bahkan lebih mematikan dibandingkan neurotoksin dari bisa ular. Neurotoksin adalah komponen venom atau racun yang bekerja pada sistem saraf perifer. Hasil analisa menunjukkan nilai LD50 beberapa neurotoksin kalajengking 10 kali lipat lebih kuat daripada sianida.

Sengatan kalajengking menyebabkan rasa sakit yang luar biasa yang menjalar ke dermatom
(area kulit dengan saraf spinalis) yang dapat menimbulkan efek sistemik yang mengancam jiwa. Racun masuk dan mengendap di kulit dalam jaringan subkutan. 70% racun dari konsentrasi maksimum menyebar dalam waktu 15 menit kedalam darah. Racun terserap hampir sempurna dalam tubuh dalam waktu 7-8 jam. Racun kalajengking yang masuk ke dalam tubuh memerlukan waktu 4-13 jam untuk tereliminasi dari darah.

Efek klinis dari sengatan kalajengking bergantung pada sepesies kalajengking dan tingkat letal dan banyaknya racun yang masuk kedalam kulit. Efek sengatan kalajengking umumnya menyebabkan efek lokal namun juga dapat menyebabkan efek sistemik.

Efek sengatan kalajengking umumnya hanya menyebabkan efek lokal berupa rasa nyeri
(kadang-kadang parah, rasa terbakar dan dapat menyebar), bengkak, kemerahan pada lokasi sengatan, sensitif terhadap sentuhan, dan sensasi mati rasa/kesemutan. Sengatan kalajengking juga beresiko menyebabkan reaksi hipersensitivitas.

Pada beberapa spesies kalajengking mempengaruhi sistemik. Racun kalajengking
menyebabkan efek keracunan parah yang menstimulasi efek sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Tanda-tanda dan gejala autonomic storm yaitu stimulasi parasimpatetis sementara (muntah, keringat berlebihan, salivasi kental, bradikardi, kontraksi ventrikel prematur, hipotensi) dan stimulasi simpatis berkepanjangan (ekstremitas dingin, hipertensi, takikardi, edema paru dan syok).

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!