Klasifikasi Dan Morfologi Kutu Kebul

Klasifikasi Dan Morfologi Kutu Kebul

Kutu kebul merupakan hama yang sangat polifag menyerang berbagai jenis tanaman, antara lain tanaman hias, sayuran, buah-buahan maupun tumbuhan liar atau gulma. Hama ini tersebar sangat luas di seluruh dunia, baik di daerah tropis atau subtropis. Di Afrika, India, dan Amerika Selatan dikenal sebagai vektor penyakit pada kapas (Suharto, 2007).

Klasifikasi Kutu Kebul

Filum : Arthropoda
Sub Filum : Mandibulata
Kelas : Insekta
Sub Kelas : Pterygota
Ordo : Homoptera
Famili : Aleyrodidae
Genus : Bemisia
Species : Bemisia tabaci

Morfologi Kutu Kebul

Telur Bemisia tabaci Genn. berbentuk elips dengan panjang sekitar 0,2-0,3 mm. Telur dimasukkan ke dalam jaringan tanaman. Telur biasanya diletakkan di permukaan bawah daun. Stadia telur tergantung pada keadaan lingkungan, terutama suhu. Pada suhu dari 26-32oC masa inkubasi berlangsung selama 4-6 hari, sedangkan pada suhu 18-22o C meningkat menjadi 10-16 hari. Serangga betina lebih menyukai daun yang telah terinfeksi virus mosaik kuning sebagai tempat untuk meletakkan telurnya daripada daun sehat. Rata-rata banyaknya telur yang diletakkan pada daun yang terserang virus adalah 77 butir, sedangkan pada daun sehat hanya 14 butir (Suharto, 2007).

Bemisia tabaci memiliki tiga instar nimfa yang perkembangannya secara keseluruhan berlangsung selama 12-15 hari. Panjang tubuh nimfa berkisar antara 0,2-0,4 mm. Pupa B. tabaci berbentuk bulat panjang dengan torak agak melebar dan cembung serta ruas abdomen terlihat jelas (Anonim, 2011a).

Serangga dewasa panjangnya lebih kurang 1-1,5 mm dan sayapnya tertutup tipis dengan tepung, seperti lilin. Ukuran tubuh jantannya lebih kecil daripada yang betina. Warna tubuhnya keputihan sampai kekuningan, tertutup dengan bahan seperti tepung dan bersayap putih. Imago B. tabaci yang baru menjadi dewasa akan mengembangkan sayapnya selama 8-15 menit dan kemudian tubuh serangga mulai tertutupi tepung lilin (Suharto, 2007).

Lama hidup imago bervariasi tergantung pada keadaan lingkungan dan faktor-faktor lain. Lama hidup imago B. tabaci di Indonesia berkisar enam hari, lama hidup serangga jantan umumnya lebih pendek dibandingkan dengan serangga betina yaitu 9-17 hari, sedangkan serangga betina mencapai 37-74 hari (Suharto, 2007) .

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!