Pengertian Pestisida Organik

Pestisida Organik

Pestisida organik secara umum dibuat dengan cara diracik menjadi ekstrak dimana bahan aktifnya berasal dari bagian tumbuhan yang mempunyai kelompok metabolit sekunder dan mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif yang bersifat racun bagi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), seperti alkaloid,terpenoid, fenolik, dan zat-zat kimia sekunder lainnya. Senyawa bioaktif tersebut apabila diaplikasikan ke tanaman yang terserang OPT, tidak berpengaruh terhadap fotosintesis pertumbuhan ataupun aspek fisiologis tanaman lainnya. Pada OPT, senyawa bioaktif tersebut berpengaruh terhadap system saraf otot, keseimbangan hormon, reproduksi,perilaku berupa penarik, anti makan dan sistem pernafasannya (Wiwin dkk, 2008).

Wiwin dkk (2008) juga menambahkan, lebih dari 1500 jenis tumbuhan dari berbagai penjuru dunia diketahui dapat digunakan sebagai pestisida organik. Di Filipina, tidak kurang dari 100 jenis tumbuhan telah diketahui mengandung bahan aktif insektisida. Di Indonesia terdapat 50 famili tumbuhan penghasil racun. Famili tumbuhan yang dianggap merupakan sumber potensial insektisida organik antara lain Meliaceae, Annonaceae, Asteraceae, Piperaceae dan Rutaceae. Selain bersifat sebagai insektisida, jenis-jenis tumbuhan tersebut juga memiliki sifat sebagai fungisida, virusida, nematisida, bakterisida, mitisida maupun rodentisida.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.