Klasifikasi Dan Morfologi Kupu-kupu Pieridae

Klasifikasi Dan Morfologi Kupu-kupu Pieridae

Terdapat lima famili kupu-kupu subordo Rhopalocera di Indonesia, yaitu Pieridae, Papilionidae, Nymphalidae, Lycanidae dan Hesperiidae. Kupu-kupu famili Pieridae terdiri dari 4 subfamili yaitu Pierinae, Anthocarinae, Coliadinae dan Dismorphinae (Borror et al, 1996 ; Wikipedia, 2009).

Klasifikasi Kupu-kupu Pieridae

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Subphylum : Mandibulata
Superclass : Hexapoda
Class : Insecta
Subclass : Pterygota
Ordo : Lepidoptera
Subordo : Rhopalocera
Superfamili : Papilionoidea
Famili : Pieridae

Morfologi Kupu-kupu Pieridae

Tubuh kupu-kupu dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen). kepala terdiri dari enam segmen yang telah mengeras dan menyatu. Di bagian ini terdapat sepasang mata majemuk atau mata faset, sepasang antena dan alat mulut. Selain itu kupu-kupu mempunyai antena yang berbentuk filiform yaitu silindris dan membonggol pada bagian ujungnya. Fungsi dari antena ini adalah sebagai organ peraba dan pembau (Lilies, 2006). Kupu-kupu memiliki daya penglihatan yang luas dengan bantuan mata majemuk (Busnia, 2006).

Tipe mulut penghisap dari kupu-kupu menyerupai tabung yang panjang, menggantung dan melekat pada pangkal anterior kepala. Alat mulut penghisap ini terdiri dari labrum, mandibula, maksilla dan labium. Maksilla terdiri dari cardo, stipes dan galea. Proboscis merupakan galea berukuran sangat panjang yang berfungsi untuk menghisap nektar. Saat digunakan, probosis akan terjulur dan memanjang akibat tekanan darah dan dapat tergulung kembali karena bersifat elastis (Busnia, 2006).

Bagian dada tersusun atas tiga segmen yaitu prothorax, mesothorax dan metathorax. Pada tiap segmen thorax terdapat sepasang tungkai. Pada bagian mesothorax dan metathorax masing-masing mempunyai sepasang sayap. Sayap depan terdapat pada mesothorax sedangkan sayap belakang ada pada metathorax (Busnia, 2006).

Kupu-kupu mempunyai sayap yang bersisik, sisik ini merupakan bulu-bulu berbentuk segitiga atau memanjang. Sisik-sisik tersebut terletak pada sayap dalam deretan teratur. Pada sisik kupu-kupu terkandung pigmen yang menyebabkan perbedaan warna sayap pada kupu-kupu tersebut. Sayap kupu- kupu pada umumnya memiliki warna yang terang dan mencolok (Pallister, 1999).

Bagian abdomen pada Kupu-kupu terdiri dari sebelas segmen. Setiap segmen abdomen mempunyai sepasang spirakulum pada sisi lateral. Pada segmen pertama sampai segmen kedelapan terdapat spirakel yang digunakan dalam proses pernapasan. Pada segmen kedelapan dan kesembilan terdapat alat genetalia yang dikenal sebagai terminalia. Pada kupu-kupu betina, segmen terakhir pada abdomen mengalami modifikasi menjadi alat genetalia berupa ovipositor (Busnia, 2006).

Kupu-kupu Pieridae biasanya sering mencari bunga-bunga yang memiliki ukuran tabung bunga yang relatif pendek untuk mendapatkan nektar. Selain menghisap nektar atau cairan bunga, kupu-kupu juga menghisap sari buah, getah pohon, kotoran hewan, dan garam mineral dari pasir, genangan air atau tanah basah (Smart, 1975).

Famili Pieridae memiliki tiga pasang kaki dengan ujung kaki bercakar atau seperti garpu, kaki depan jantan dan betina berfungsi dengan baik. Kupu-kupu ini memiliki tungkai depan yang berkembang dengan baik, dan kuku-kuku terbelah dua (Wikipedia, 2009).

Menurut Sihombing (2002), kupu-kupu famili Pieridae berukuran kecil sampai sedang dengan rentang sayap ± 25-100 mm, sedangkan panjang sayap depan kupu-kupu ini adalah 22-35 mm. Kupu-kupu ini biasanya berwarna putih atau kuning dengan bintik hitam pada tepi sayapnya. Pigmen putih, kuning dan merah dihasilkan oleh derivat asam urat. Bintik hitam dan pola sayap dapat membedakan jenis kelamin (Borror et al., 1996).

Kupu-kupu famili Pieridae pada sayapnya tidak memiliki ekor dan dari beberapa spesies dapat menyerap cahaya ultraviolet yang membantu kupu- kupu untuk mengenal lawan jenis di waktu kawin. Biasanya sayap kupu-kupu jantan lebih indah dibandingkan dengan sayap kupu-kupu betina (Pallister, 1999). Famili Pieridae merupakan kupu-kupu penerbang cepat dan biasanya hinggap pada beberapa tumbuhan nektar (Geocities, 2005). Terdapat dua cara terbang yang berbeda pada kupu-kupu yaitu terbang cepat dengan gerakan lurus, dan terbang lebih lambat dengan jalur tidak lurus. pada gerakan terbang lurus, kupu-kupu melaju dengan kecepatan ± 2,9 meter/detik. Sedangkan saat terbang lambat, kupu-kupu akan mencari sari bunga dan bergerak berputar- putar dengan kecepatan ± 1,6 meter/detik (Pikiran rakyat, 2005).

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!