Daur Hidup Kutu Kebul

Daur Hidup Kutu Kebul (B. tabaci)

a. Telur

Telur bentuk bulat memanjang, panjangnya 0,2-0,3 mm, mempunyai pedisel atau tangkai telur yang pendek. Telur diletakkan di bagian bawah daun. Telur menetas berkisar 7 hari, pada mulanya berwarna kuning pucat, kemudian berubah menjadi kuning coklat, dan pada umur 2 hari mulai tampak dua bintik merah kecoklatan (Sudarmo, 1992).

b. Nimfa

Nimfa berwarna keputih-putihan instar-1 bentuknya silindris oval agak pipih, panjang tubuh 0,23 mm, bertungkai yang berfungsi untuk berjalan, sedang instar 2 dan 3 tidak bertungkai. Warna instar 1 hijau cerah, kemudian menjadi kuning kehijau-hijauan atau kuning pucat. Panjang tubuh instar akhir sekitar 0,5 mm. Stadium nimfa rata-rata 9,2 hari (Sudarmo, 1992).

c. Pupa

Pupa berbentuk oval, agak pipih, berukuran 0,6 mm. Warnanya hijau pucat keputih-putihan sampai kekuning-kuningan. Menurut Tengkano (1986) seperti halnya telur, pupa dibentuk pada permukaan daun bagian bawah. Pupa berbentuk oval berukuran 1,16 mm dan 0,80 mm, berwarna suram atau kuning gelap dengan pori-pori pada bagian punggung dan ada bintik-bintik. Bagian sentral dilengkapi dengan jumbai-jumbai. Kutu putih dewasa berumur 6 hari berwarna kuning agak keputih-putihan.

d. Imago

Imago kutu kebul berukuran kecil sekitar 1-15mm, tubuh berwarna kuning, sayap jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Untuk makan dan bertelur imago memilih daun-daun muda dan telurnya diletakkan pada permukaan daun bagian bawah. Jumlah telur yang dihasilkan 14-77 butir. Umur imago betina rata-rata 21.6 hari dan imago jantan 1 sampai 7 hari. Perbandingan serangga jantan dan betina adalah 3:2 (Tengkano, 1986).

Serangga hama ini sering disebut kutu putih atau kutu kebul. Serangga ini sebagai vector penyakit virus. Nimfa dan dewasa merusak tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman. Telur menetas setelah tujuh hari. Serangga betina dapat menghasilkan telur 60-125 butir dengan masa peletakan telur 12-21 hari. Nimfa berwarna keputihan panjang sekitar 1 mm, terdapat pada daun permukaan bawah. Nimfa jantan panjangnya 1,11 mm. Tentang sayap 1 mm sampai 1,5 mm. total perkembangan sekitar 3 minggu. Perkembangbiakannya dapat secara parthenogenesis. Musuh alaminya antara lain Prospaltella spp untuk stadium nimfa (Sudarmo, 1992).

Telur akan menetas setelah tujuh hingga 10 hari. Setelah penetasan, muncul nimfa berwarna kuning-kehijauan, berbentuk datar-oval. Nimfa bergerak dalam jarak yang dekat kemudian menusuk ke dalam sumber di dalam jaringan floem, Pada fase ini serangga tidak memiliki tungkai atau bentuk lain yang khusus dan menghisap dari tanaman. Pada akhir masa nimfa serangga menghentikan aktifitas makan dan terjadi perubahan warna menjadi putih-kekuningan kemudian menjadi imago alat yang dimilikinya berupa stilet untuk menusuk-menghisap dan termasuk serangga yang bisa terbang. Serangga ini memiliki sayap berwarna putih dan tubuh yang berwarna kuning dan berkoloni (berkumpul) di permukaan daun bagian bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.