Pengertian Kutu Kebul

Pengertian Kutu Kebul

Kutu Kebul adalah serangga yang kurang aktif dan kalau hinggap pada tembakau jarang terbang lagi (Haryono,1999). Menurut Lilies, (1991) B. tabaci adalah serangga berukuran kecil, 2-3 mm, berwarna putih. Badan tertutup oleh bahan seperti lilin, mungkin dalam bentuk sisik atau bahan seperti tepung putih. Antena beruas 7 buah, mata faset memanjang vertikal dan menyempit di tengah. Sayap belakang hampir sama besar dengan sayap depan, saat istirahat sayap menutup horizontal di atas tubuh. Kutu kebul adalah serangga hama yang dapat menyebabkan kerusakan langsung pada tanaman dan sebagai media penular (vektor) penyakit tanaman (Natawigera, 1990). Hama B. tabaci disebut juga lalat putih kapas dan lalat putih tembakau. Lalat putih ini juga merupakan vector virus mozaik pada tanaman kapas, tembakau, tomat, lombok, dan buncis. Jarak terbang hama ini bisa beberapa ratus meter, tetapi ketinggianya hanya lebih kurang 4 m. Jika banyak angin, lalat ini bisa terbawa hingga tersebar kemana-mana (Pracaya, 2002).

B. tabaci adalah hama polifag menyerang berbagai jenis tanaman, antara lain tanaman hias, sayuran, buah-buahan maupun tumbuhan liar. Tanaman yang menjadi inang utama kutu kebul tercatat sekitar 67 famili yang terdiri atas 600 spesies tanaman, antara lain famili- famili Asteraceae, Brassicacea, Convolvulaceae, Cucurbitacea, Euphorbiaceae, Fabaceae, Malvaceae, dan Solanaceae (Hadi, 2009).

Kalshoven (1981), menjelaskan bahwa B. tabaci merupakan vektor utama penyakit tanaman di daerah tropis dan subtropis yang menyebabkan kerusakan langsung pada tanaman yang diserangnya. Spesies ini pada waktu dewasa dapat menyebar dengan jarak 100 m dan dapat terbang tidak lebih tinggi dari 4 m, sebagian dibawa oleh angin.

Kutu kebul belum dikatakan sebagai hama penting pada tanaman kedelai, jika tidak berperan sebagai vektor virus. Hama ini menjadi penting karena merupakan vektor utama virus CMMV pada kedelai. Serangga dewasa berukuran kecil, tubuh berwarna kuning, sayap transparan ditutupi oleh lapisan lilin yang berwarna putih. Telur berwarna putih dan berubah menjadi kuning terang setelah menetas, dan diletakkan di bawah daun. Panjang telur sekitar 0,2 mm. Nimfa berbenruk oval, berwarna putih kehijauan, panjang 0,7 mm (Suharto, 2007).

Serangga ini sebagian bereproduksi dengan parthenogenesis. B. tabaci pada waktu perkembangan kutu kebul dari telur sampai dewasa adalah 25-70 hari tergantung suhu dan tanaman inangnya. Rata-rata stadia telur 6,5 hari, stadia nimfa 10,2 hari, dan stadia pupa 8 hari. Rata-rata lama hidup imago betina ialah 21 hari dan yang jantan 7 hari. Banyaknya telur yang diletakkan oleh seekor betina berkisar antara 60-125 butir (Sudarmo, 1992).

B. tabaci bersifat arenotoki, betina harus melakukan perkawinan dengan jantan untuk menghasilkan keturunan betina, sedangkan jika tidak mengalami perkawinan maka akan menghasilkan keturunan jantan. Panjang telur B. tabaci 0.2 mm dan bentuknya seperti buah pir. Telur diletakkan berdiri di atas daun, dan biasanya diletakkan secara melingkar. Telur berwarna putih dan berubah menjadi kecoklatan ketika akan menetas (Sullivan dan Vasquez, 2007).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.