Siklus Hidup Kupu-Kupu Pieridae

Siklus Hidup Kupu-Kupu Pieridae

Kupu-kupu merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Induk kupu-kupu biasanya meletakkan telurnya pada tumbuhan inang setelah melakukan perkawinan. Biasanya telur diletakkan di bawah permukaan daun agar telur dapat terlindung dari panas, hujan dan predator (Smart, 1975).

Ciri khas telur Pieridae biasanya berbentuk bulat memanjang seperti silinder dan berwarna putih atau kekuning-kuningan. Telur biasanya diletakkan secara bergerombol pada daun-daun yang merupakan tumbuhan inang dari kupu- kupu Pieridae tersebut (Wikipedia, 2009).

Larva kupu-kupu memiliki tipe erusi dengan bentuk tubuh silinder. Tubuh larva terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, dada dan perut. Larva kupu- kupu memiliki 13 segmen yang meliputi tiga segmen dada dan sepuluh segmen perut. Larva kupu-kupu akan gatal bila disentuh, ini merupakan salah satu cara untuk melindungi dirinya (Borror et al, 1996). Untuk meningkatkan ukuran tubuhnya, maka larva kupu-kupu mengalami proses pergantian kulit. Langkah awal dari proses pergantian kulit yaitu epidermis mulai terlepas dari kulit, kemudian integumen baru disekresi terbentuk di bawah integumen yang lama, otot berkontraksi sehingga meningkatkan tekanan tubuh, kemudian eksoskeleton lama pecah pada kepala dan dada diikuti dengan gerakan peristaltik tubuh ke arah posterior tubuh. Kutikula lama yang terlepas akan dimakan oleh larva sebagai cadangan makanan, karena kutikula tersebut masih mengandung protein (Busnia, 2006).

Pupa kupu-kupu memiliki tipe obtekta dengan bentuk tubuh berlekuk tidak rata. Pupa biasanya berwarna coklat atau hijau. Pada daerah abdomen terdiri dari lingkaran-lingkaran segmen utama dan meruncing pada bagian posterior (Smart, 1975). Sebagian besar larva dari beberapa subfamili Pierinae memakan tanaman inang dari famili Brasicaceae. Pupa pada subfamili Pierinae ini memiliki benang sutra pada kepala dan tidak memiliki kokon (Wikipedia, 2009b).

Kupu-kupu yang baru menetas akan tetap menggantung di daun tumbuhan untuk beberapa saat, hal tersebut bertujuan untuk membuang kotoran yang berupa cairan sambil menunggu sayapnya merentang. Umumnya kupu-kupu mencari nektar pada pagi hari pukul 8.00-10.00 dan sore hari pukul 15.00- 17.00. Kupu-kupu mengunjungi bunga saat matahari cukup mengeringkan sayapnya. Setelah mendapatkan nektar, kupu-kupu akan berada di puncak pohon untuk berteduh dan beristirahat (Sihombing, 2002).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *