Kandungan Gizi Tanaman Kelor

Kandungan Gizi Tanaman Kelor

Salah satu hal yang membuat kelor menjadi perhatian dunia dan memberikan harapan sebagai tanaman yang dapat menyelamatkan jutaan manusia yang kekurangan gizi, adalah kelor kaya dengan kandungan nutrisi dan senyawa yang dibutuhkan tubuh. Seluruh bagian tanaman kelor dapat dimakan dan dimanfaatkan untuk penyembuhan, menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan dan terutama sumber nutrien (Krisnadi, 2013).

Antioksidan

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Senyawa antioksidan merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya kepada molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali fungsinya dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas (Murray et al., 2009).

Kelor mengandung 46 antioksidan, senyawa yang melindungi tubuh terhadap efek merusak dari radikal bebas dengan menetralkannya sebelum dapat menyebabkan kerusakan sel dan penyakit. Senyawa Antioksidan yang terkandung dalam kelor adalah Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Vitamin B (Choline), Vitamin B1 (Thiamin), Vitamin B2 (Riboflavin), Vitamin B3 (Niacin), Vitamin B6, Alanine, Alpha-Carotene, Arginine, Beta-Carotene, Beta-sitosterol, Caffeoylquinic Acid, Campesterol, Carotenoids, Chlorophyll, Chromium, Delta-5-Avenasterol, Delta-7-Avenasterol, Glutathione, Histidine, Indole Acetic Acid, Indoleacetonitrile, Kaempferal, Leucine, Lutein, Methionine, Myristic-Acid, Palmitic-Acid, Prolamine, Proline, Quercetin, Rutin, Selenium, Threonine, Tryptophan, Xanthins, Xanthophyll, Zeatin, Zeaxanthin, Zinc (Fuglie, 1999).

Vitamin dan mineral

Kelor mengandung berbagai macam vitamin seperti :Vitamin A (Alpha & Beta-carotene), B, B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, D, E, K, asam folat, Biotin, yang jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan makanan lain yang dikenal mengandung nutrisi tinggi. Pada dasarnya, ada dua kelompok vitamin, yaitu : yang larut dalam lemak dan yang larut dalam air. Vitamin A, D, E, dan K, merupakan vitamin yang larut dalam lemak sehingga memerlukan lemak agar dapat diserap oleh tubuh. Kelebihan vitamin-vitamin tersebut akan disimpan dalam hati dan lemak tubuh, kemudian digunakan saat diperlukan. Berlebihan mengkonsumsi vitamin yang larut dalam lemak dapat menyebabkan keracunan sehingga menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, serta masalah hati dan jantung (Krisnadi, 2013).

Vitamin B kompleks dan C merupakan vitamin yang larut dalam air. Tubuh akan menggunakan vitamin tersebut sesuai kebutuhannya, kemudian mengeluarkan kelebihannya melalui urin. Karena vitamin ini tidak disimpan dalam tubuh, risiko keracunan sangat kecil dibandingkan dengan vitamin yang larut dalam lemak, tetapi risiko kekurangan lebih tinggi (Krisnadi, 2013).

Beberapa sumber yang mempublikasikan kandungan nutrien tanaman kelor dengan nilai yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya asal tanaman, budidaya, cara pengolahan hasil panen dan faktor pengujiannya.

Krisnadi (2013) menyatakan bahwa, mineral adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu untuk menjaga kesehatan. Seperti vitamin, mineral adalah nutrien penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bekerja saling membutuhkan dimana vitamin dibutuhkan oleh tubuh agar mineral dapat bekerja demikian juga sebaliknya. Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Mineral mayor atau utama adalah mineral yang diperlukan lebih banyak seperti : kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida. Mineral minor adalah mineral yang dibutuhkan lebih sedikit seperti : kromium, magnesium, yodium, besi , flor, mangan, selenium dan zinc.

Kedua jenis mineral tersebut sama pentingnya karena kekurangan salah satu mineral juga sangat berpengaruh serius terhadap kesehatan. Kelor mengandung mineral Kalsium, Kromium, Tembaga, Fluorin, Besi, Mangan, Magnesium, Molybdenum, Fosfor, Kalium, Sodium, Elenium, Sulphur, Zinc. Berikut beberapa manfaat mineral yang terdapat pada kelor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.