Klasifikasi Dan Morfologi Melati

Klasifikasi Dan Morfologi Melati

Melati (Jasminum sambac Ait.) diduga berasal dari India, melati putih pertama kali dibudidayakan di Inggris pada tahun 1665. Terdapat 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani dan baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan yaitu melati hutan (J. multiflorum), melati raja (J. rex), melati cablanca (J. officinale), J. revotulum, J. mensy, J. parkery, melati australia (J. simplicifolium), melati hibrida dan melati (J. sambac) (Rukmana, 1997).

Melati dikenal dengan beberapa nama di berbagai daerah antara lain yaitu Jasminum sambac Ait. sebagai nama ilmiah, malati (Sunda); melati, menur (Jawa); malur, merul (Batak); puti, bunga manor (Ambon); maluru (Makasar) dan nama asing yaitu jasmine (Inggris); mo li hua (Cina) (Hieronymus, 2013).

Klasifikasi Melati

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dycotyledonae
Ordo : Oleales
Famili : Oleaceae
Genus : Jasminum
Spesies : Jasminum sambac (L) W. Ait

Morfologi Melati

Melati adalah tanaman perdu dengan tinggi tanaman sekitar 0,3-3 m. Tanaman melati termasuk family Oleaceae, tumbuh lebih dari setahun (perennial) dan bersifat merambat.

Bunga melati berbentuk terompet dengan warna bervariasi terantung pada jenis dan spesiesnya. Umumnya bunga melati tumbuh di ujung tanaman. Susunan mahkota bunga tunggal atau ganda (bertumpuk), beraroma harum tetapi ada beberapa jenis melati tidak memiliki aroma (Hieronymus, 2013).

Daun melati bertangkai pendek dengan helaian berbentuk bulat telur. Panjang daun 2,5-10 cm dan lebarnya 1,5-6 cm. Ujung daun runcing, pangkal membulat, tepi daun rata, tulang daun menyirip, menonjol pada permukaan bawah dan permukaan daun hijau mengkilap. Letak duduk daun berhadap-hadapan pada setiap buku. Batangnya berwarna coklat, berkayu berbentuk bulat sampai segi empat, berbuku-buku dan bercabang banyak seolah-olah merumpun ( Eren, 2013).

Sistem perakaran tanaman melati adalah akar tunggang dan bercabang yang menyebar ke semua arah dengan kedalaman 40-80 cm dari akar yang terletak dekat permukaan tanah. Akar melati dapat menumbuhkan tunas atau cikal bakal tanaman baru (Hieronymus, 2013).

Melati dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Perbanyakan tanaman melati dapat dilakukan dengan stek batang atau cangkok. Budidaya melati menghendaki media tanam yang mengandung bahan organik tinggi. Tanaman melati tidak memerlukan perlakuan khusus pada proses pembungaannya. Melati banyak dimanfaatkan sebagai komponen taman, rangkaian bunga untuk pengantin, ritual adat, bunga tabur, campuran teh atau diambil minyak atsirinya sebagai bahan baku parfum. Selain itu, tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena pengaruh dari senyawa kimia dan efek farmakologi yang dihasilkan (Endah, 2002).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.