Habitat Artemia salina Leach

Habitat Artemia salina Leach

Artemia merupakan kelompok udang-udangan dari phylum Arthopoda. Mereka berkerabat dekat dengan zooplankton lain seperti copepode dan daphnia (kutu air). Artemia hidup di danau-danau garam (berair asin) yang ada di seluruh dunia. Artemia hidup planktonik di perairan yang berkadar garam tinggi (antara 15- 300 per mil). Suhu yang dikehendaki berkisar antara 25-30° C, oksigen terlarut sekitar 3 mg/L, dan pH antara 7,3–8,4. Secara alamiah salinitas danau dimana mereka hidup sangat bervariasi, tergantung pada jumlah hujan dan penguapan yang terjadi. Apabila kadar garam kurang dari 6% telur Artemia akan tenggelam sehingga telur tidak bisa menetas, hal ini biasanya terjadi apabila air tawar banyak masuk ke dalam danau di musim penghujan. Apabila kadar garam lebih dari 25% telur akan tetap berada dalam kondisi tersuspensi, sehingga dapat menetas dengan normal (Mudjiman, 1995).

Secara alami, makanan Artemia berupa sisa-sisa jasad hidup yang hancur, ganggang-ganggang renik, bakteri dan cendawan (ragi laut). Selama pemeliharaan makanan yang diberikan adalah katul, padi, tepung beras, tepung terigu, tepung kedelai atau ragi. Artemia merupakan salah satu komponen penyusun ekosistem laut yang keberadaan sangat penting untuk perputaran energi dalam rantai makanan, selain itu Artemia juga dapat digunakan dalam uji laboratorium untuk mendeteksi toksisitas suatu senyawa dari ekstrak tumbuhan (Mudjiman, 1995 ; Kanwar, 2007).

Artemia salina Leach. memiliki resistensi luar biasa pada perubahan dan mampu hidup pada variasi salinitas air yang luas dari seawater (2.9-3.5%) sampai the great salt lake (25-35%), dan masih dapat bertoleransi pada kadar garam 50% (jenuh). Beberapa ditemukan di rawa asin hanya pada pedalaman bukit pasir pantai, dan tidak pernah ditemui di lautan itu sendiri karena di lautan terlalu banyak predator. A. salina Leach. juga mendiami kolom-kolom evaporasi buatan manusia yang biasa digunakan untuk mendapatkan garam dari lautan. Insang membantunya agar cocok dengan kadar garam tinggi dengan absorbs dan ekskresi ion-ion yang dibutuhkan dan menghasilkan urin pekat dari glandula maxillaris. Hidup pada variasi temperatur air yang tinggi pula, dari 6-37°C dengan temperatur optimal untuk reproduksi pada 25°C (suhu kamar). Keuntungan hidup pada lokasi berkadar garam tinggi adalah sedikitnya predator namun sumber makanannya sedikit (Pitoyo, 2004; Stappen, 2006).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!