Pengertian Pupuk Urin Sapi

Pengertian Pupuk Urin Sapi

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kandang ternak, baik berupa kotoran padat (feses) yang bercampur sisa makanan maupun air kencing (urin) (Marsono, 2001). Menurut Sutedjo (1999) pupuk organik mempunyai fungsi yang penting yaitu untuk menggemburkan lapisan tanah permukaan (top soil), meningkatkan populasi jasad renik, mempertinggi daya serapdan daya simpan air, yang keseluruhannya dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Pupuk kandang ada yang berbentuk padat dan ada yang berbentuk cair. Pupuk kandang cair merupakan pupuk yang diperoleh dari urin hewan atau ternak. Urin hewan yang digunakan sebagai pupuk kandang berwarna cokelat dengan bau menyengat. Bau ini disebabkan oleh kandungan unsur nitrogen. Pengaplikasian pupuk kandang cair berbeda dengan pupuk kandang padat. Pengaplikasian pupuk cair dilakukan setelah tanaman tumbuh. Hal ini dilakukan karena sebagian besar unsur hara dalam urin dapat langsung diserap oleh tanaman dan sebagian lagi masih harus diuraikan ( Novizan, 2007).

Pengaplikasian sebelum tanam akan berakibat tujuan pemupukan menjadi tidak efektif. Nitrat yang terbentuk akan hilang oleh faktor cuaca, seperti hujan dan sinar matahari. Bila cuaca berawan dan udara lembab, kehilangan unsur N lebih kecil dibanding kondisi panas, kering dan banyak angin. Pupuk kandang cair ini umumnya diaplikasikan dengan cara disiramkan di sekitar tanaman (Effi, 2003a).

Nitrat (NO3-) dan nitrit (NO2-) adalah ion-ion anorganik alami, yang merupakan bagian dari siklus nitrogen. Aktifitas mikroba di tanah atau air menguraikan sampah yang mengandung nitrogen organik pertama-pertama menjadi ammonia, kemudian dioksidasikan menjadi nitrit dan nitrat. Oleh karena nitrit dapat dengan mudah dioksidasikan menjadi nitrat, maka nitrat adalah senyawa yang paling sering ditemukan di dalam air bawah tanah maupun air yang terdapat di permukaan (Effi, 2003b).

Kadar unsur hara pupuk kandang cair lebih tinggi dibandingkan pupuk kandang padat. Unsur fosfor dalam pupuk kandang sebagian besar berasal dari kotoran padat, sedangkan nitrogen dan kalium berasal dari kotoran cair, kandungan unsur kalium dalam kotoran cair lima kali lebih besar dari kotoran padat. Sementara kandungan nitrogen dalam kotoran cair hanya 2-3 kali lebih besar dari kotoran padat (Novizan, 2007).

Dalam pupuk kandang, dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk panas adalah pupuk kandang yang proses penguraiannya berlangsung cepat sehingga terbentuk panas, misal pupuk kandang dari kotoran kuda, kambing, ayam dan domba. Sedangkan pupuk dingin terjadi sebaliknya. C/N rasio yang tinggi menyebabkan pupuk kandang terurai lebih lama dan tidak menyebabkan panas misalnya pada kotoran sapi, kerbau dan babi (Novizan, 2007).

Urin hewan-hewan pemakan tumbuhan dan urin manusia banyak mengandung auksin karena berhubungan dengan zat-zat makanan yang berasal dari tumbuhan. Auksin merupakan zat serba guna karena selain membantu mempercepat proses pembentukan akar juga memacu pembentukan bunga, batang, dan daun serta memperpanjang titik tumbuh tanaman. Urin sapi mengandung auksin alami sebagai zat tumbuh. Auksin adalah hormon yang ditemukan pada ujung batang, akar, dan pembentukan bunga yang berfungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Auksin berperan penting dalam pertumbuhan tumbuhan (Dwidjosepurto, 1994).

Peran fisiologis auksin adalah mendorong perpanjangan sel, pembelahan sel, diferensiasi jaringan xilem dan floem, memepercepat proses pembentukan akar, pembungaan pada Bromeliaceae, pembentukan buah partenokarpi, pembentukan bunga betina pada tanaman diocious, dominan apikal, respon tropisme serta menghambat pengguguran daun, bunga dan buah (Dwidjosepurto, 1994).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *