Klasifikasi Dan Morfologi Keong Mas

Klasifikasi Dan Morfologi Keong Mas

Keong emas merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi di Indonesia. Di daerah Istimewa Aceh misalnya, keong emas telah menjadi hama utama, terutama pada areal sawah beririgasi. Tingkat serangan hama tersebut pun tergolong cukup tinggi. Serangan berat umumnya terjadi di persemaian sampai tanaman berumur dibawah 4 MST. Pada tanaman dewasa, gangguan keong emas hanya terjadi pada anakan sehingga jumlah anakan produktif menjadi berkurang (Pitojo, 1996).

Klasifikasi Keong Mas

Menurut (Djajasasmita, 1993), keong mas termasuk:

Filum : Mollusca
Kelas : Gastropoda
Ordo : Operculata
Famili : Ampullaridae
Genus : Pomacea
Spesies: Pomacea canaliculata Lamarck

Morfologi Keong Mas

Cangkang keong emas dewasa berwarna kuning keemasan. Keong muda ukurannya sangat kecil dan dan berwarna putih. Sedangkan keong emas dewasa mempunyai ukuran yang bervariasi, tergantung umur dan kesediaan makanan. Perbedaan jenis kelamin dapat dikenali dari bentuk cangkangnya. Cangkang keong emas betina melengkung kearah dalam sedangkan keong emas jantan cangkangnya melengkung keluar (Susanto, 1993).

Siklus Hidup Keong Mas

Ketersediaan makanan dan air merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku keong emas untuk menyelesaikan satu siklus. Siklus hidup keong emas memerlukan waktu 60-80 hari dalam menghasilkan telur. Satu induk dapat menghasilkan 10 kelompok telur dan mampu bertelur sebanyak 15 kali. Sementara 1 kelompok dapat menetas hingga 15.000 ekor keong emas. Penetasan satu kelompok telur memerlukan waktu antara 3-5 hari. Satu kelompok telur berukuran mencapai 1,5×10 cm. Masa berkembang biaknya dari satu telur menetas sampai menjadi dewasa , siap kawin, dan berkembang biak memerlukan waktu 60 hari hari terus sampai berumur 3 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *